Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving

Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at November 09, 2018 upload by carlespen in Download.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving
Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

A. Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.

Adapun kelebihan metode problem solving adalah sebagai berikut:

1.     Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.

2.     Berpikir dan bertindak kreatif

3.     Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis

4.     Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.

5.     Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.

6.     Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

7.     Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.

Adapun kekurangan metode problem solving adalah sebagai berikut:

1.     Memerlukan cukup banyak waktu,

2.     Melibatkan lebih banyak orang

3.     Dapat mengubah kebiasaan peserta didik belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru,

4.     Dapat diterapkan secara langsung yaitu untuk memecahkan masalah[1]

Adapun kekurang yang lain dari metode problem solving adalah sebagai berikut:

Pertama, menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru. Sering orang beranggapan keliru bahwa metode pemecahan masalah hanya cocok untuk SLTP, SLTA, dan PT saja. Padahal, untuk siswa SD sederajat juga bisa dilakukan dengan tingkat kesulitan permasalahan yang sesuai dengan taraf kemampuan berpikir anak, Kedua, proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain, Ketiga, mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa, Keempat, beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.[2]

Agar siswa dapat berhasil dalam belajar pemecahan masalah, mereka harus memiliki: Pertama, kemampuan mengingat konsep, aturan atau hokum yang telah dipelajari. Misalnya, dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan matematika, siswa harus mampu mengingat aturan-aturan perhitungan dan dapat mengingatnya dalam waktu yang cepat, Kedua, inforamsi yang terorganisasi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi, serta, Ketiga, kemampuan strategi kognitid, yaitu kemampuan yang berfungsi untuk mengarahkan dan memonitor penggunaan konsep-konsep atau aturan. Misalnya kemampuan dalam memilih dan mengubah cara-cara mempelajari, mengingat, dan memikirkan sesuatu. Kemampuan ini merupakan keterampilan internal ang terorganisasi, yang memperngaruhi proses berpikir individu. Contoh kemampuan strategi kognitif adalah cara menganalisis masalah, teknik berpikir, pendekatan masalah, dan sebagainya. Fungsi dari strategi kognitif adalah memecahkan masalah secara praktis dan efisien.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar pemecahan masalah, guru hendaknya mengajukan berbagai permasalahan yang menarik. Masalah yang menarik bagi siswa adalah sesuatu yang baru. Dalam arti, masalah tersebut belu pernah disampaikan kepada siswa. Di samping itu, masalah yang diberikan hendaknya berada dalam jangkauan siswa, yakni sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki.

Agar siswa berhasil dalam belajar pemecahan masalah, guru hendaknya memberikan petunjuk yang jelas kepada siswa. Petunjuk tersebut dapat berupa pertanyaan yang diajukan untuk mengingat kembali konsep, hokum, atau aturan yang relevan dengan masalah yang dihadapi. Petunjuk tersebut dapat juga berupa bimbingan dalam mengarahkan pemikiran siswa.

[1] Pasaribu, L. dan Simanjuntak, B. Proses Belajar Mengajar (PBM).Cet. II.                          (Bandung: Tarsito, 1993), hal. 18.

[2] Langgulung, Beberapa…,hal.15.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Solving in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.