Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa

Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at October 27, 2018 upload by carlespen in Download.

Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa
Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

. Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa

Peningkatan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri tidak terlepas dari berbagai kendala faktor penghambat. Hambatan yang dimaksud adalah hal-hal yang merintangi atau menjadi kendala dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan melakukan tugas-tugas pengajaran. Untyuk mengetahui ada atau tidaknya hambatan dalam membangkitkan minat belajar agama pada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.12. ada atau tidaknya kendala dan hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

Ya, ada hambatan

Tidak ada hambatan

87

100

Jumlah

87

100%

Tabel di atas menunjukkan menurut seluruh responden (100%) ada hambatan dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri, tidak seorang pun yang memilih alternatif jawaban tidak ada hambatan.

Data hasil penelitian tentang hambatan yang dihadapi dalam peningkatan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.13. hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Kurangnya guru dan fasilitas

Guru kurang mampu mengajar

Motivasi belajar kurang

61

16

10

70,11

18,39

11,50

Jumlah

87

100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa menurut sebagian besar responden (70,11%) adalah kurangnya buku dan fasilitas belajar, hanya sedikit (8%) yang menyatakan guru kurang mampu mengajar dan sebagian kecil (11,50%) yang memilih alternatif jawaban motivasi belajar kurang.

Dengan demikian, secara umum guru SMP Negeri 2 Indrapuri menyatakan terdapat  hambatan dalam meningkatkan prestasi belajar. Adanya hambatan ini menyebabkan peningkatan prestasi belajar terkendala. Namun meskipun menghadapi berbagai hambatan, upaya meningakatkan prestasi belajar terus dilakukan sebagai bagian untuk meningkatkan kualitas pengajaran pada lembaga pendidikan SMP Negeri 2 Indrapuri.[1]

Dengan demikian, guru SMP Negeri 2 Indrapuri masih menghadapi berbagai hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri. Hambatan ini tentunya dapat mempengaruhi upaya guru meningkatkan pretasi belajar siswa, karena keterbatasan waktu guru menyebabkan kualitas dan kuantitas pembelajaran berkurang. Pada sisi lain, terbatasnya sarana dan fasilitas belajar menyebabkan kualitas pembelajaran, hal ini jelas mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa.[2]

Data  hasil penelitian tentang upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.14. upaya guru mengatasi hambatan untuk meningkatkan prestasi belajar

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Melakukan tugas mengajar secara optimal

Menggunakan media dan fasilitas belajar

Menghimbau orang tua memperhatikan pendidikan anak

37

20

30

42,53

22,99

34,48

Jumlah

87

100%

Melalui tabel di atas dapat diketahui  bahwa upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri dalam meningkatkan prestasi belajar siswa menurut sebagian besar responden (42,53%) adalah melakukan tugas pembalajaran secara optimal, sebagian kecil (34,48%) menyatakan menghimbau orang tua memperhatikan pendidikan anak dan hanya sedikit (22,99%) alternatif jawaban menggunakan media dan fasilitas belajar.

E. Upaya Guru Meningkatkan Minat Belajar Agama pada Murid SMP Negeri 2 Indrapuri

Peningkatan minat belajar agama pada siswa dilakukan dengan berbagai upaya. Data hasil angket berikut menunjukkan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri.

Tabel 3.15. upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri untuk meningkatkan minat belajar siswa

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Mengajar dengan metode yang efektif

Menyajikan materi pelajaran yang menarik

Menggunakan media pembelajaran yang tepat

35

27

25

40,23

31,03

28,74

Jumlah

87

100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri menurut sebagian besar responden (40,23%) adalah mnegajar dengan metode yang efektif, sebagian kecil (28,47%) menyatakan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan hanya sedikit (31,03%) yang memilih alternatif jawaban menyajikan materi pelajaran yang menarik.

Salah satu upaya guru meningkatkan minat belajar siswa adalah mnegajar dengan metode yang efektif. Untuk mengetahui metode yang deterapkan guru dalam mengajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.16. metode yang diterapkan guru dalam mengajar

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Ceramah

Tanya jawab

Diskusi

36

22

29

41,38

25,29

33,33

Jumlah

87

100%

Dari tabel di atas dapat diketahui metode yang diterapkan guru dalam menyajikan pelajaran menurut sebagian besar responden (41,57%) adalah ceramah, sebagian kecil (25,29%) menyatakan diskusi dan sebagiannya lagi (33,33%) yang memilih alternatif jawaban metode tanya jawab.

Guru SMP Negeri 2 Indrapuri lebih dominan menyajikan pelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Pada dasarnya penyajian materi pelajaran agama di SMP Negeri 2 Indrapuri di depan kelas dapat dikategorikan sebagian metode ceramah, sebab guru secara langsung menurutkan materi pelajaran kepada siswa. Dalam penyajian materi itu, terjadi proses tanya jawab dan dialog, sehingga di terapkan beberapa metode dalam penyajian materi pelajaran dalam satu jam pelajaran. Dapat dikatakan guru SMP Negeri 2 Indrapuri memadukan beberapa metode dalam satu jam pelajaran. Hal ini dimaksudkan agar penyajian materi pelajaran lebih bervariasi dan tidak membosankan.[3]

Untuk mengetahui data hasil penelitian tentang materi yang disajikan guru dalam pembalajaran agama dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.17. Materi yang diajarkan guru agama pada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Aqidah

Ibadah

Akhlak

26

23

38

29,89

26,43

43,68

Jumlah

87

100%

Tabel di atas memperlihatkan materi yang diajarkan  guru menurut sebagian besar responden (43,68%) adalh materi akhlak, sebagian kecil menyatakan materi aqidah (29,89%) dan ibadah (26,43%)

Dengan demikian materi akhlak lebih domianan diajarkan kepada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri. Penyajikan materi ini sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. Selain itu Guru menggunakan metode tertentu dalam kegiatan pembelajaran. Data hasil angket berikut menunjukkn media yang menunjukkan media yang di gunakan guru dalam kegiatan pembelajaran agama pada SMP Negeri 2 Indrapuri.

Tabel 3.18. Media yang sering digunakan dalam pembeljaran agama pada SMP Negeri 2 Indrapuri

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Media elektronil (TV/Radio)

Media cetek (Buku/gambar)

Alat peraga

65

22

74,71

25,29

Jumlah

87

100%

Dari tabel di atas dapat diketaui bahwa media yang digunakan guru dalam pembelajaran agama menurut sebagian responden (74,71%) adalah media cetak (buku/gambar). Sebagian kecil 25,29%) menyatakan alat peraga dasn tidak seorang pun yang memilih alternatif jawaban media elektonik (radio/TV)

Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.19. Upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri untuk meningkatkan prestasi belajar agama siswa

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Memberi Bimbingan belajar pada siswa

Mengadakan kegiatan belajar tambahan (les)

Bekerja sama dengan orang tua murid

39

20

28

44,83

22,99

32,18

Jumlah

87

100%

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru meningkatkan prestasi belajar agama siswa menurut sebagian besar responden (44,83%) adalah memberi bimbingan belajar pada siswa, sebagian kecil (32,18%) memilih alternatif jawaban bekerja sama dengan orang tua murid dan hanya sedikit (22,99%) yang memilih alternatif jawaban mengadakan kegiatan belajar tambahan (les)

Guru SMP Negeri 2 Indrapuri melakukan berbagai upaya untuk mengaktifkan kegiatan belajar. Usaha guru untuk mengaktifkan kegiatan belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.20. Upaya guru dalam mengaktifkan kegiatan belajar

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Memotivasi kegiatan belajar

Mengajar dengan metode yang disukai siswa

Menyajikan materi yang disukai siswa

38

26

23

43,68

29,89

26,43

Jumlah

87

100%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru dalam mengaktifkan kegiatan belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri menurut sebagian besar responden (43,88%) adalah memotivasi kegiatan belajar,  sebagian kecil (29,89%) menyatakan mengajar dengan metode yang disukai siswa dan sedikit sekali (26,43%) yang memilih alternatif jawaban menyajikan materi yang disukai siswa.

Propesi guru diwujudkan dengan kemampuan mengelola kelas dan memberi tindakan tertentu terhadap siswa yang sulit memahami pelajaran. Guru yang kurang mampu dlam mengambil tindakn terhadap siswa yang sulit memahami materi pelajaran yang disampaikan, cenderung gagal meningkatkan prestasi belajar anak didik, karena tidak memahami teknik dan strategi pembalajaran yang efektif dan efesien guna meningkatkan prestasi belajar siswa.[4] Data hasil penelitian tentang tindakan guru ketika melihat siswa belum mengerti tentang pelajaran yang disampaikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.21. Tindakan guru terhadap siswa yang belum mengerti tentang pelajaran yang disampaikan

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Membiarkan saja

Meneruskan pelajaran

Menjelaskan kembali pelajaran tersebut

36

51

41,38

58,62

Jumlah

87

100%

Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa tindakan guru jika ada siswa yang belum memahami materi pelajaran yang disampaikan menurut sebagian besar responden (58,62%) adalah menjelaskan kembali pelajaran tersebut, sebagian kecil (41,38%) menyatakan meneruskan pelajaran dan tidak seorang pun responden yang memilih alternatif jawaban membiarkan saja.

Hal ini menunjukkan guru SMP Negeri 2 Indrapuri telah mengambil tindakan tertentu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Pada umumnya tindakan yang diambil  adalah menjelaskan  kembali pelajaran yang disampaikan.

Selain hasil angket yang disebarkan kepada siswa SMP Pertiwi seperti yang telah dipaparkan di atas, penulis juga menyebarkan angket peda guru SMP Negeri 2 Indrapuri. Berikut akan dipaparkan hasil penelitian angket yang yang disebarkan kepada guru. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri guru melakukan upaya tertentu. Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan propesionalismenya dalam mengajar pada SMP Negeri 2 Indrapuri dapat di lihat pada tabel berikut:

Tabel 3.22. Upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar pada SMP Negeri 2 Indrapuri

No.

Alternatif Jawaban

Frekuensi

Persentase(%)

a.

b.

c.

Mengajar dengan baik

Menggunakan fasilitas belajar

Menerapkan metode variatif

54

33

62,07

37,93

Jumlah

87

100%

Melalui tabel di atas dapat di ketahui bahwa upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri adalah mengajar dengan baik (62,07%) sebagian lain (37,93%) menyatakan memilih alternatif jawaban menggunakan fasilitas belajar.

Guru hanya membentuk sikap dan prilaku siswa sesuai tuntutan ajaran Islam, akan tetapi terkadang ada siswa yang tidak mengikuti bimbingan guru. Akibatnya tetap nakl dan melakukan kesalahan. Akan tetapi secara umum, sikap dan prilaku siswa SMP Negeri 2 Indrapuri baik akibat keberhasilan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah melalui pendidikan agama.[5] Hal ini merupakan indikator keberhasilan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

[1] Hasil wawancara dengan ibu Sirathallah, tanggal 19 Januari 2009

[2] Hasil wawancara dengan ibu Putri Nurfida, Spdi, tanggal  12 Januari 2009

[3] Hasil wawancara dengan ibu Fauziah M. Daud S.pd, tanggal 12 Januari 2009

[4] Hasil wawancara dengan ibu Nurbaiti S.Pd, tanggal 10 Januari 2009

[5] Hasil wawancara dengan ibu Fauziah M. Daud S.pd, tanggal 12 Januari 2009

Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.