Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI

Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at October 07, 2018 upload by carlespen in Download.

Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI
Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

1. Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI di Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo Ara

Metode digunakan sebagai suatu cara dalam menyampaikan suatu pesan ataumateri pelajaran kepada anak didik. Metode mengajar yang tidak tepat guna akanmenjadi penghalang kelancaran jalannya suatu proses belajar mengajar sehinggabanyak waktu dan tenaga terbuang sia-sia. Oleh karena itu metode yang diterapkanoleh guru baru berhasil, jika mampu dipergunakan untuk mencapai tujuan.

Menurut wawancara penulis dengan Ibu Asrita, A.Ma guru Raudhatul Athfal Nurul Hilal bahwa dalam upaya mengimplementasikan metode-metode bercerita dalam pembelajaran PAI di Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo Ara, tentu saja menghadapi berbagai kendala dan tantangan.  Adapun kendalanya adalah sebagai berikut:

1.     Alokasi Waktu

Waktu menjadi suatu hambatan bagi pendidik dalam menyampaikan cerita, karena waktu untuk bercerita kadang mengalami pergeseran. Yakni ketika waktu bermain anak yang cukup banyak, sehingga ketika anak sudah masuk kelas kegiatan bermain masih dilakukan.

Perlu diadakan pembatasan dan pembagian waktu secara proporsional. Artinya pembelajaran dengan metode cerita dapat diperpanjang waktunya, tidak disamakan jatah waktu dengan pembelajaran yang menggunakan metode selain metode cerita. Perbedaan pembagian waktu pembelajaran ini tidak masalah, karena masing-masing tingkat kebutuhan pada pembelajaran berbeda-beda.

Disinilah peran kepala Raudhatul Athfal Nurul Hilal sebagai sentral policy maker dibutuhkan. Ia harus bertindak taktis agar hal-hal teknis seperti pembagian waktu dapat efektif dan efisien dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran.

2)   Pengelolaan Kelas

Dalam pengelolaan kelas terkadang pendidik masih mengalami kesulitan, sehingga pendidik mengatur tempat duduk anak, agar anak dapat dikondisikan dengan tenang untuk siap mendengarkan cerita. Perlu pencerahan dan pengalaman baru bagi masing-masing pendidik Raudhatul Athfal Nurul Hilal agar dapat mengkondisikan kelas dengan baik. Dapat melalui kegiatan workshop dan sejenisnya, atau paling tidak pengayaan melalui buku-buku teknik pembelajaran. Fungsi KKG (Konferensi Kerja Guru) seperti yang telah berjalan pada guru-guru tingkat sekolah tampaknya patut ditiru.

Adanya forum seperti ini paling tidak dapat menjembatani berbagai keluhan, transfer ide, pemunculan dan stimulasi ide baru antar tenaga pendidik dalam rangka penguatan SDM pendidik sehingga mereka dapat sukses melaksanakan pembelajaran pada anak didiknya.

3)   Evaluasi

Setiap evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan cerita, hambatan yang dialami pendidik yaitu anak-anak yang duduk di depan saja yang sering menjawab pertanyaan pendidik. Untuk itu perlu variasi teknik pendekatan. Misalnya dengan mengelilingi masing-masing anak didik mulai dari depan hingga ke belakang. Hal ini di samping menarik perhatian anak didik, karena tidak statis pola yang digunakan pendidik, disamping itu pendidik dapat mengkondisikan dengan baik atas kelas.

4)   Alat untuk Bercerita

Untuk alat yang digunakan dalam kegiatan bercerita pendidik Raudhatul Athfal Nurul Hilal hanya menggunakan buku-buku cerita atau majalah cerita dan bercerita dengan lisan. Sedangkan alat-alat bercerita seperti audio dan audio visual belum digunakan karena terbentur kendala administrasi berupa dana.

Pendanaan merupakan permasalahan klasik dan selalu menjadi momok bagi perjalanan sebuah lembaga pendidikan, tak terkecuali Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo Ara. Untuk itu perlu usaha bersama yang melibatkan semua unsure, mulai pemangku atau pengelola lembaga, kepala lembaga, pendidik dan masyarakat. Diharapkan mereka dapat duduk satu meja untuk bersama-sama memecahkan masalah dalam hal pendanaan.

Namun hal inti yang harus pula dipegang oleh pendidik, adalah bahwa keadaan sederhana bukan berarti keterpurukan yang tiada berarti. Dengan kesederhanaan alat untuk bercerita, ia dituntut untuk lebih kreatif dan sepenuh hati, untuk memperbaiki pembelajaran yang ia berikan.[1]

[1] Hasil Wawancara Penulis dengan Ibu Asrita, A.Ma guru Raudhatul Athfal Nurul Hilal pada tanggal 09 Juni 2014.

Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.