Metode Rasulullah Dalam Membentuk Kepribadian Anak

Metode Rasulullah Dalam Membentuk Kepribadian Anak is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at November 13, 2018 upload by carlespen in Download.

Metode Rasulullah Dalam Membentuk Kepribadian Anak
Metode Rasulullah Dalam Membentuk Kepribadian Anak

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

BAB I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang Maslah

Setiap usaha, kegiatan, tindakan yang disengaja untuk mencapai tujuan haruslah mempunyai dasar atau landasan sebagai tempat berpijak yang baik dan kuat. Demikian juga dengan proses pendidikan, sebagai aktivitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian, tentunya pendidikan Islam memerlukan landasan kerja yang berfungsi sebagai pegangan langkah pelaksanaan dan sebagai jalur langkah yang menentukan arah usaha tersebut. Maka tentunya pendidikan Islam memerlukan landasan kerja untuk memberikan arah bagi programnya. Sebab adanya dasar pendidikan berfungsi sebagai jalan menuju arah dari usaha tersebut.

Anak adalah titipan Tuhan yang Maha Kuasa, karena itu nasib dan masa depan anak-anak adalah tanggung jawab kita semua. Tetapi tanggung jawab utama terletak pada orang tua masing-masing. Orang tualah yang pertama berkewajiban memelihara, mendidik, dan membesarkan anak-anaknya agar menjadi manusia yang berkemampuan dan berguna. Setelah seorang anak kepribadiannya terbentuk, peran orangtua selanjutnya adalah mengajarkan nilai-nilai pendidikan kepada anak-anaknya.

Alllah SWT berfirman dalam surat Al-kahfi ayat 46tentang kedudukan anak dalam pandangan Islam sebagai berikut:

المال والبنون زينة الحياة الدنيا والبقيات الصالحات خير عند ربك ثوابا وخير أملا )الكهف:٤٦(

Artinya: Harta dan anak  adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan’ (Qs. Al Kahfi:46).

Ayat diatas menjelaskan bahwa anak adalah Perhiasan ( Ziinah) yaitu anak yang berhasil dalam meniti dunianya saja, anak ini menjadi kebanggan orang tuanya karena ia telah berhasil dalam meniti karirnya, apakah ia sebagai Birokrat, Busenismen, atau politikus yang handal, kemudian ia mempunyai uang yang banyak, mobil yang keren dan rumah yang bagus, sehingga akan menjadi kebanggaan orang tuanya dan menceritakan kepada semua orang yang dijumpainya bahwa anaknya telah berhasil, namun sayang ia bukan sebagai pengamal ajaran agamanya secara baik, ia belum bisa baca Al-Quran, kadang shalat kadang tidak, bahkan sering melaksanakan ma’shiyat.

Setiap anak itu mempunyai sifat yang unik. Keunikan sifat yang dalam hal ini kepribadian itu pada garis besarnya disebabkan oleh faktor pembawaan (hereditas) dan faktor lingkungan.

Shalahuddin menyatakan bahwa keunikan sifat kepribadian manusia dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu:

1.     Faktor pembawaan (hereditas).

2.     Faktor lingkungan.

3.     Faktor diri (self) dan kematangan.[1]

Faktor pembawaan dapat diartikan sebagai kecenderungan tingkah laku manusia dalam perkembangan hidupnya berdasarkan potensi yang dimilikinya yang dibawanya sejak lahir. Kepandaian atau sebaliknya itu didapatkan dari hereditas yang diperoleh dari orang tuanya (keturunan). Faktor lingkungan merupakan faktor yang menentukan kepribadian atau tingkah laku seseorang. Manusia diibaratkan secarik kertas putih ketika dia lahir, dan lingkunganlah yang memberikan pola kehidupan seseorang. Manusia menjadi baik karena lingkungannya dan begitu sebaliknya.

Semua manusia adalah sama dalam komposisi ini. Mereka semua tercipta dan dilahirkan ke alam dunia ini dengan dasar penciptaan dan kehidupan yang tidak berbeda. Kesimpulan ini telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits sebagai berikut:

مامن مولود إلايولد على الفطرة فابواه يهودانه أوينصرانه اويمجسانه (رواه البخارى ومسلم عن ابى هريرة(

Artinya: “Sesungguhnya tidak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Bukhari dan Muslim). [2]

Dalam hadits tersebut mengisyaratkan bahwa fitrah adalah pembawaan sejak manusia lahir yang bisa dipengaruhi oleh lingkungan serta memiliki kemungkinan atau kesediaan untuk menerima kebaikan dan keburukan. Kondisi fitrah tersebut juga tidak netral terhadap pengaruh dari luar, potensi yang terkandung di dalamnya secara dinamis mengadakan reaksi atau merespon pengaruh tersebut. Dengan kata lain bahwa dalam proses perkembangannya, terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara fitrah dn lingkungan sekitar, sampai akhir hayat manusia.[3]

Faktor self adalah bagaimana seseorang menginterpretasikan antara hereditas dan lingkungan. Kematangan adalah sempurnanya pertumbuhan perkembangan dalam organisme artinya kepribadian atau tingkah laku manusia dipengaruhi oleh dua hal yaitu hereditas dan lingkungan. Selanjutnya tergantung bagaimana manusia itu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Namun pada kenyataannya masalah kepribadian muslim kurang mendapat perhatian baik oleh orang tua maupun guru. Ada kalanya karena kesibukan orang tua di luar rumah sehingga melalaikan tugas utamanya mendidik anak. Orang tua kurang memperhatikan perkembangan anak-anaknya, sehingga anak lebih suka bergaul bebas di luar rumah. Kadang-kadang hanya karena lingkungan yang kurang mendukung sewaktu anak masih kecil akan mengakibatkan dampak yang negatif bagi perkembangan kepribadian anak pada usia selanjutnya, sebut saja anak rentan terlibat kasus-kasus kenakalan remaja, salah pergaulan dan mengkonsumsi narkoba, serta yang lainnya. Namun ada kalanya orang terlalu protek terhadap anak. Mereka cenderung memanjakan anak ketimbang memberikan rangsangan untuk maju, sehingga anak lebih suka bergantung pada orang lain.

Sikap orang tua yang protek terhadap anak memang bagus dan dapat menghindarkan anak dari pergaulan bebas dan dari perilaku yang menyimpang, karena orang tua selalu mengontrol dan memperhatikan perkembangan anak. Akan tetapi perhatian secara berlebihan akan mengakibatkan anak kurang bisa hidup mandiri bahkan akan mengakibatkan sikap ketergantungan pada orang lain, tidak mampu melakukan pekerjaannya sendiri. Perkembangan teknologi komunikasi membuka peluang bagi masuknya arus informasi dalam berbagai bentuknya. Kemajuan ini mendorong lajunya proses globalisasi. Hal ini akan mempengaruhi nilai, sikap atau tingkah laku kehidupan individu dan masyarakatnya. Kenyataan tersebut menuntut orang tua muslim untuk selalu waspada dan memfilter budaya-budaya yang masuk sehingga tidak menimbulkan pengaruh buruk yang tidak sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.

Pendidikan agama Islam harus ditanamkan sejak anak usia dini (kanak-kanak), karena pada masa usia ini anak berada dalam proses pencarian nilai-nilai hidup yang sesuai dengan hati nuraninya. Pada usia ini, seorang anak sangat rentan dengan pengaruh sekitarnya sebagai pengalaman pertamanya dan peletak dasar-dasar kepribadiannya. Maka di sinilah letak pentingnya pendidikan budi pakerti (akhlak) diberikan kepada manusia semenjak ia kecil (kanak-kanak). Sehingga ketika ia dewasa, sudah mempunyai dasar-dasar normatif yang sesuai dengan ketentuan Islam.

Dalam hal ini, tugas pendidikan bukan meningkatkan kecerdasan saja, melainkan harus mampu mengembangkan seluruh aspek jasmani maupun aspek rohani. Sebab pendidikan merupakan aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, rohani (pikir, rasa, karsa, cipta dan nurani) dengan jasmani (panca indera serta keterampilan-keterampilan).

Untuk membina dan mengembangkan kepribadian anak, maka perlu dikenalkan dengan prilaku-prilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga melalui pembinaan dan mengembangkan kepribadian anak ialah dengan memberikan pendidikan budi pakerti (akhlak) ditanamkan sejak lahir hingga dewasa. Berangkat dari permasalahan dan pemikiran seperti itulah, penulis mengangkat “ METODE RASULULLAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK BERDASARKAN PENDIDIKAN ISLAM” sebagai judul proposal skripsi.

B. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana metode Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak ?
  2. Bagaimana membentuk kepribadian anak menurut pendidikan islam?

C. Tujuan Pembahasan

Adapun yang menjadi tujuan pembahasannya adalah sebagai berikut :

1.     Untuk mengetahui bagaimana metode Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak.

2.     Untuk mengetahui bagaimana membentuk kepribadian anak menurut pendidikan islam.

D. Kegunaan Pembahasan

Adapun yang menjadi kegunaan pembahasan ini adalah :

Secara teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai metode Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak berdasarkan pendidikan Islam ,. Selain itu  hasil penelitian ini dapat di jadikan bahan kajian bidang study pendidikan islam.

Sedangkan secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan arti dan niliai tambah dalam memperbaiki dan mengaplikasikan mengenai metode Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak berdasarkan pendidikan Islam Dengan demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan islam.

E. Penjelasan Istilah

Adanya kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.

Adapun istilah yang perlu penulis jelaskan adalah sebagai berikut :

1.     Metode

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, metode diartikan sebagai cara yang teratur dan berfikir baik-baik untuk mencapai maksud,atau cara yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. [4] Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah thariqah yang berarti” langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Menurut Dr.Ahmad Husain al-Liqaini, metode adalah langkah-langkah yang diambil guru-guru membantu para murid merealisasikan tujuan tertentu. [5]

Metode yang penulis maksudkan adalah suatu cara atau usaha untuk membentuk kepribadian anak berdasarkan metode Rasulullah SAW.

2.     Rasulullah

Dessy Anwar dalam kamus lengkap bahasa Indonesia menjelaskan Rasul adalah orang yang menerima wahyu Tuhan untuk disampaikan kepada manusia.[6]

Adapun Rasul yang penulis maksud adalah Nabi Muhammad SAW.

3.     Pembentukan

Pembentukan berasal dari kata bentuk yang berarti proses” [7] Sedangkan pembentukan yang dimaksud adalah jalan atau rangkaian usaha yang akan memberikan sebuah hasil pada akahirnya.

4.     Kepribadian

Dzakiah Darajat, mendefinisikan kepribadian adalah “tingkah laku ” yaitu tingkah laku individu yang menjadi ciri uniknya.”[8]

Menurut penulis kepribadian anak secara umum adalah tingkah laku anak baik itu yang sifatnya positif maupun negatif.

Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti sama dengan kepribadian, tetapi dipandang dari sudud yang berlainan. Istilah karakter dipandang dari sudut “penilian” baik, buruk, senang, benci, menerima dan menolak suatu tingkah laku berdasarkan norma-norma yang dianut. Sedangkan kepribadian dipandang dari sudut “penggambaran” manusia apa adanya tanpa disertai pilihan” [9]

Karakteristik yang dimaksud adalah hasil dari pada serangkaian usaha dari hidupnya yang panjang dan membedakannya dengan orang lain.

5.     Anak

Dalama Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa Anak adalah,“ ( 1) keturunan, ( 2) manusia yang masih kecil.” [10] Anak adalah orang yang belum dewasa yang memerlukan bimbingan dan pembinaan dari orang lain yang dewasa guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan. Sebagai warga negara, anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu yang mandiri.

Anak adalah “keturunan kedua yang dilahirkan oleh dua orang yang telah hidup berumah tangga”. [11] Zakiyah Darajat mengemukakan bahwa anak adalah “Orang yang masih membutuhkan bantuan dan dorongan dari orang dewasa dalam menuju kesempurnaan fisik dan mentalnya menuju kedewasaan” [12]

Adapun anak yang penulis maksudkan dalam pembahasan skripsi ini ialah manusia yang masih membutuhkan bimbingan dan pendidikan dari orang-orang disekitarnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan baginya sehingga berpengaruh terhadap karakteristiknya.

6.     Pendidikan Islam

Dalam Ensiklopedi pendidikan dijelaskan bahwa pendidikan adalah ”usaha menusia untuk membawa si anak yang belum dewasa dalam arti sadar dan mampu memikul tanggung jawab atas segala perbuatannya secara normal.” [13]

Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW berpedoman kepada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT. [14]

Jadi pendidikan Islam adalah pendidikan yang mengajarkan kepada manusia tentang baik dan buruk atau amar ma’ruf nahi munkar, yang bertujuan untuk membuat manusia kaffah, dalam arti membina insan muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT.

F. Metodelogi Penelitian

Adapun metodelogi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.     Jenis Penelitian

Penelitian ini digolongkan kedalam penelitian kepustakaan (library research) karena data yang diteliti berupa naskah-naskah atau majalah-majalahyang bersumber dari khazanahkepustakaan.[15]Untuk itu, data yang akan diambil sepenuhnya barasal dari kepustakaan atau buku-buku.

2.     Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Pendekatan historis adalah proses yang meliputi pengumpulan dan penafsiran gejala untuk memahami kenyataan sejarah bahkan untuk memahami kenyataan situasi sekarang dan meramalkan perkembangan yang akan datang.[16]

Pendekatan inipun adalah upaya mengungkap/mengkaji arti dan pemikiran manusia berdasarkan dokumen ilmiah yang dihasilkan oleh pendahulunya atau dokumen sejarah.

3.     Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : metode Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak berdasarkan pendidikan Islam.

4.     Sumber Data

Penelitian ini menggunakan 2 ( dua ) sumber data yaitu: sumber data primer dan sumber data skunder.

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data dan penyelidik untuk tujuan penelitian.[17]. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah:

1)     HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, Jakarta : Bulan Bintang, 2006.

Sumber data skunder adalah sumber data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang luar penyelidik itu sendiri walau yang dikumpulkan itu sebenarnya adalah data asli.[18] Data skunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang mempunyai relevansi untuk memperkuat argumentasi dan melengkapi hasil penelitian ini. Adapun peneliti terdahulu antara lain:

1)     M. Saifuddin Harits (STAIN, 2003), dengan judul skripsi “Metode pendidikan bagi anak menurut Islam (aplikasinya dalam kehidupan)”.

2)     Indah Sri Riyanti (STAIN, 2003), dengan judul skripsi “Konsep pendidikan anak pada masa pra sekolah menurut Islam”.

5.  Tehnik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan adalah metode survey literatur, yaitu mencari data mengenai catatan–catatan terdahulu antara lain melalui:

1. Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam karya Abdullah Nashih Ulwan

2.Pengantar Evaluasi Pendidikan,karya Anas Sudijono

3. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, karya Ahmad Tafsir.

4.Azas-Azas Pendidikan Islam,Ahmad D Marimba.

5. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Muhibuddin Syah

6.Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, HM. Arifin.

6.  Tehnik Analisa Data

Dalam menganalisa data yang telah terkumpul penulis menggunakan beberapa metode, yaitu:

1)     Metode Deskriptif

Yaitu peneliti menguraikan secara teratur seluruh konsepsi buku.[19]

2)     Metode Induktif

Dengan berdasarkan pada analisa isi kitab tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan dengan metode induksi, yaitu menganalisa semua bagian dan semua konsep pokok satu persatu dan dalam hubungannya satu sama lain agar darinya dapat dibangun suatu pemahaman sintesis[20].

G. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dalam penulisan dalam pembahasan proposal skripsi  ini adalah sebagai berikut :

Pada bab satu terdapat pendahuluan meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan pembahasan, penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika penulisan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Shalahuddin, Mahfudz, Pengantar Psikologi Pendidikan, Surabaya: Bina Ilmu, 1990.

Imam Muslim bin Hajjaj, Shahị̂ḥ Muslim, terj. Adib Bisri Mustafa, juz IV, Cet. I, Semarang: Asy-Syifa’, 1993.

HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, Jakarta : Bulan Bintang, 2006.

Departemen P dan K RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1992.

Fauji Saleh, (mengutip Ahmad Husain al-Liqaini), Konsep Pendidikan dalam Islam (Pendidikan Keluarga dan Pengaruhnya Terhadap Anak), Banda Aceh, Yayasan Pena, 2005.

Dessy Anwar, Kamus lengkap Bahasa Indonesia cet.I ,Surabaya: Karya Abditama, 2001.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Dzakiah Darajat, Fitrah dan Kepribadian Islam, Jakarta: Darul Falah, 1999

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990

Aboebakar Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf, Surabaya: Ramadhani, 1990.

Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam Islam, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.

Soeganda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung, 1976.

M. Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: PT. Ghalia Indonesia,1998

Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian Research I, Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981.

Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah,  Bandung: Angkasa, 1987.

[1] Shalahuddin, Mahfudz, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Surabaya: Bina Ilmu, 1990), hal. 80.

[2] Imam Muslim bin Hajjaj, Shahị̂ḥ Muslim, terj. Adib Bisri Mustafa, juz IV, Cet. I, (Semarang: Asy-Syifa’, 1993), hal. 555.

[3] HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, (Jakarta : Bulan Bintang, 2006) hal. 45

[4] Departemen P dan K RI,Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1992), hal. 580-581.

[5] Fauji Saleh, (mengutip Ahmad Husain al-Liqaini),Konsep Pendidikan dalam Islam (Pendidikan Keluarga dan Pengaruhnya Terhadap Anak), (Banda Aceh, Yayasan Pena, 2005), hal. 43

[6] Dessy Anwar, Kamus lengkap Bahasa Indonesia cet.I (Surabaya: Karya Abditama, 2001) hal. 315.

[7] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), hal. 67.

[8] Dzakiah Darajat, Fitrah dan Kepribadian Islam, Jakarta: Darul Falah, 1999 ), hal. 84

[9] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990), hal. 28.

[10] Ibid., hal. 38.

[11]Aboebakar Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf, Surabaya: Ramadhani, 1990, hal. 20.

[12] Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam Islam, (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), hal. 123.

[13]Soeganda Poerbakawatja, Ensiklopedi Pendidikan,(Jakarta: Gunung Agung, 1976(, hal. 214.

[14] Ibid., hal. 340.

[15] M. Nazir, Metode Penelitian, ( Jakarta: PT. Ghalia Indonesia,1998 ), hal 54

[16] Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian Research I, , (Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981), hal. 45.

[17] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, ( Bandung: Angkasa, 1987 ), hal. 163.

[18] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 163

[19] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 140

[20] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 141

Metode Rasulullah Dalam Membentuk Kepribadian Anak in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.