Pemimpin Dzalim? Pantas Dihina? Begini Ajaran Islam Yang Seharusnya!

Pemimpin Dzalim? Pantas Dihina? Begini Ajaran Islam Yang Seharusnya! is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at November 11, 2018 upload by carlespen in Uncategorized.

Pemimpin Dzalim? Pantas Dihina? Begini Ajaran Islam Yang Seharusnya!
Pemimpin Dzalim? Pantas Dihina? Begini Ajaran Islam Yang Seharusnya!

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Saifullah.id – Banyak yang menyamakan presiden Jokowi itu Fir’aun dengan metode yang mereka sebut dengan Cocoklogi (mencocokan sesuatu semaunya). Padahal Presiden kita orang islam. Parahnya lagi tuduhan itu berasal dari mulut orang islam sendiri. Sekeji itukah akhlak seorang muslim sampai-sampai menghina pemimpin sendiri?

Banyak sekali ayat Al-Qur’an & Hadits Nabi Muhammad yang memerintahkan taat pada pemimpin meskipun pemimpin itu menyiksa kita, yg terpenting pemimpin itu tidak menyuruh kita bermaksiat atau keluar dari jalan Allah. Bahkan poly juga sadba Rasulullah mengenai embargo menghina/nir taat dalam pemimpin yg berkuasa.

1. Ayat Perintah Menaati Pemimpin

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

?? ???????? ????????? ??????? ????????? ??????? ??????????? ?????????? ???????? ????????? ????????

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), danulil amri (pemimpin/ penguasa) di antara kamu.? (QS. An Nisa’: 59)

Pemimpin adalah orang yg wajib kita taati sesudah Allah dan Rasul-Nya.

Dua. Perintah Tetap Taat Meskipun Punggung Dipukul & Harta Diambil

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

??????? ??????? ????????? ??? ??????????? ????????? ????? ???????????? ?????????? ??????????? ??????? ??????? ??????????? ??????? ????????????? ??? ????????? ?????? ?. ????? ?????? ?????? ???????? ??? ??????? ??????? ???? ?????????? ?????? ????? ? ???????? ????????? ?????????? ?????? ?????? ???????? ???????? ??????? ????????? ????????

?Akan terdapat para pemimpin/penguasa setelahku yg mengikuti petunjuk bukan dengan petunjukku dan menjalankan sunnah namun bukan sunnahku . Dan akan terdapat pada antara mereka orang-orang yg mempunyai hati laksana hati syaitan yg bersemayam di pada raga manusia.? Maka Hudzaifah pun bertanya,?Wahai Rasulullah, apa yang harus kulakukan jika aku menjumpainya?? Beliau menjawab,?Kamu harus tetap mendengar & taat kepada pemimpin itu, walaupun punggungmu harus dipukul & hartamu diambil. Tetaplah mendengar & taat .? (HR. Muslim dalam KitabAl-Imarah)

Banyak orang waktu ini yg koar-koar ingin melengserkan presiden, padahal pemerintahan saat ini masih menjalankan perintah kepercayaan . Di Indonesia sendiri rukun islam pada atur dalam pemerintahan. Mulai berdasarkan pelaksanaan sholat yang tidak dihentikan meskipun speaker masjid sudah menyala sebelum saat sholat, Sementara pada negara lain tidak sebebas di negara kita saat beribadah.

Selain itu, pelaksaan puasa di atur juga oleh pemerintah, kapan awal & akhir puasa di fasilitasi negara untuk melakukan penelitian dan penetapannya.

Zakat dan Haji jua sudah di atur sang pemerintah, lalu apa kurangnya lagi? Negara sudah mengatur seluruh hal yang herbi rukun islam yang menjadi pondasi orang beriman.

Memukul atau merogoh harta saja belum dilakukan pemimpin tapi rakyatnya sudah memponis, menghina, dan menghujat pemimpin. Padahal di dalam hadits pada atas sangat jelas di terangkan meskipun dipukul & harta kita di ambil tetap saja harus hukumnya taat dalam pemimpin.

3. Perintah Taat Meskipun Pemimpin Seorang Budak Hitam

Rasulullah Shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

????????????? ????????? ????? ??????????? ???????????? ?????? ????? ?????????? ?????? ??????????

??Aku wasiatkan pada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, tetaplah mendengar dan mentaati, walaupun yg memerintah kalian adalah seseorang budak hitam?? (HR. Ahmad (IV/126,127, Abu Dawud (no. 4607) & at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimi (I/44), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/205) dan al-Hakim (I/95-96), menurut Sahabat ?Irbadh bin Sariyah ?. Dishahihkan oleh al-Hakim dan di-sepakati sang adz-Dzahabi. Lafazh ini milik al-Hakim)

Pemimpin orang Indonesia waktu ini memang bukan asal menurut kaum bangsawan atau Elit. Tapi itu tidak bisa dijadikan penyebab kita mengingkarinya. Sebab pada pada hadits diterangkan bahwa meskipun pemimpinnya menurut kalangan sangat bawah yg tidak baik (budak hitam), kita permanen harus mentaatinya.

4. Taat Kepada Pemimpin Muslim Sama Seperti Taat Kepada Rasulullah

Rasulullah Shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

???? ??????????? ?????? ??????? ?????? ?????? ???????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????? ????????? ?????? ??????????? ?????? ????? ????????? ?????? ????????.

“Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (yang muslim) maka ia taat kepadaku dan barangsiapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku.? (HR. Al-Bukhari (no. 7137), Muslim (no. 1835 (33)), Ibnu Majah (no. 2859) dan an-Nasa-i (VII/154), Ahmad (II/252-253, 270, 313, 511), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (X/41, no. 2450-2451), dari Sahabat Abu Hurairah)

Saking pentingnya taat pada pemimpin muslim, Rasulullah hingga memberikan citra bahwa taat kepada pemimpin sama seperti taat pada Rasulullah, dan ingkar pada pemimpin sama seperti ingkar kepada Rasulullah. Mau ingkar kepada nabi sendiri?

5. Perintah Menaati Pemimpin Meskipun Dia Tidak Memberikan Hak

Rasulullah Shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

???????? ?????????? ???????? ???????? ?????????? ???????????????. ???????: ??? ???????? ????? ????? ???????????? ?????: ??????????? ???????? ???????? ?????????? ?????????????? ????? ???????? ??????

“Sesungguhnya akan terjadi setelahku para pemimpin yang mementingkan diri mereka (tidak memberikan hak kepada orang yang berhak) dan perkara-perkara yang kalian ingkari.? Mereka mengatakan, “Wahai Rasullullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Berikan hak mereka yang menjadi kewajiban kalian dan mintalah kepada Allah hak kalian.? (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ketika pemimpin kita tidak memberikan hak masyarakat, tugas kita cuma satu, yaitu menaruh kewajiban kita pada orang yang berhak, dan meminta hak kita pada Allah. Tidak ada perintah ingkar atau nir taat kepada pemimpin, justru kita yang pada suruh untuk melaksanakan tugas yg seharusnya pemimpin kita kerjakan.

??? ???????? ?????? ?????????? ???? ??????? ????????? ????????? ????????????? ????????? ?????????????? ???????? ????? ???????????? ? ?????: ?????????? ???????????? ?????????? ?????????? ??? ?????????? ???????????? ??? ???????????

“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika pemimpin kami adalah pemimpin yang meminta kepada kami hak mereka dan tidak memberikan kepada kami hak kami?”… Beliau menjawab, “Dengar dan taati, sesungguhnya kewajiban mereka apa yang dibebankan kepada mereka dan kewajiban kalian apa yang dibebankan kepada kalian.? (Sahih, HR. Muslim)

Setiap orang mempunyai kewajiban masing-masing, pemimpin wajjib melaksanakan kewajibannya mengayomi warga , sedangkan rakyat harus melaksanakan perintah pemimpin selama tidak bermaksiat. Tetapi ketika pemimpin tidak menjalankan kewajibannya buat menaruh hak warga , bukan berarti warga boleh buat tidak taat kepada pemimpin. Kalau seperti itu berarti sama bobrok antara keduanya. Justru kita pada ajarkan nabi buat tetap melaksanakan apa yg diperintahkan kepada kita sang pemimpin.

6. Larangan Memerangi Pemimpin Yang Mendirikan Shalat

??????? ????????????? ?????????? ???????????????? ?????????????????? ?????????????????? ??????????????????. ??????: ??? ???????? ?????? ??????? ????????????? ???????????? ???????: ???? ??? ?????????? ???????? ??????????? ??????? ?????????? ???? ??????????? ??????? ?????????????? ???????????? ???????? ????? ??????????? ????? ???? ???????

“Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membencinya dan membenci kalian, yang kalian melaknatinya dan melaknati kalian.? Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita melawannya dengan pedang?” Beliau mengatakan, “Jangan, selama ia mendirikan shalat (di antara) kalian dan jika kalian melihat pada pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci maka bencilah amalnya dan jangan kalian cabut tangan kalian dari ketaatan.? (Sahih, HR. Muslim)

Presiden kita bapak Joko Widodo seringkali dikecam akan dibunuh, dilengserkan dan perangi, beliau dihujat, difitnah, & dicaci maki dengan memberikan gelar Fir’aun pada dia. Padahal dia merupakan orang yang taat beribadah, sholat 5 saat bahkan sering puasa sunnah. Berbeda jauh dengan Fir’aun yg tidak mengakui Tuhan. Maka berdasarkan itu Rasulullah berpesan buat selalu menaati pemimpin apalagi pemimpin tersebut selalu menjaga sholatnya.

7. Perintah Taat Pada Pemimpin Meski Dia Egois & Engkau Membencinya

Dari Abu Hurairah, dia mengungkapkan bahwa Rasul shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda,

???????? ????????? ???????????? ??? ???????? ?????????? ???????????? ???????????? ?????????? ????????

“Hendaklah engkau dengar dan taat kepada pemimpinmu baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan mudah, baik dalam keadaan rela ataupun dalam keadaan tidak suka, dan saat ia lebih mengutamakan haknya daripada engkau.? (HR. Muslim no. 1836).

Sebenci apapun kita pada pemimpin, setidak rela apapun kita kepadanya, dan seegois apapun seseorang pemimpin, tugas kita cuma satu, yaitu taat.

8. Bersabar VS Mati Dalam Keadaan Jahiliyah

Rasul shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

عن بن عباس t  قال قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم ((من رأى من أميره شيئا يكرهه فليصبر فإنه من فارق الجماعة شبرا فمات فميتة جاهلية)) (رواه مسلم: 3/1477 (1849)

Dari Ibnu abbas ia mengungkapkan: sudah bersabda Rasulullah shallallahu ?Alaihi wa sallam, ?Barang siapa yang melihat sesuatu yg dibencinya menurut pemimpinnya, maka hendaklah dia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu beliau mangkat maka kematiannya berada pada kejahiliyaan?. (HR. Muslim: 1849 tiga/1477)

Pemimpin itu manusia biasa, niscaya terdapat kesalahan dan hal yang nir kita sukai darinya. Tetapi, ketidak sempurnaan itu tidak mampu membuahkan alasan buat nir taat kepadanya. Dalam hadits pada atas kita diperintahkan hanya bersabar dan jangan ingkar karena ada ancaman yg semua orang niscaya tidak menginginkannya, yaitu meskipun islam tapi kematiannya berada dalam kejahiliyahan waktu berpaling menurut pemimpin.

9. Larangan Taat apabila Diperintahkan Maksiat Kepada Allah

Rasulullah Shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

?????????? ??? ?????????? ????? ???????? ?????????? ??? ?????????????

“Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiyat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan” (HR. Al-Bukhari (no. 4340, 7257), Muslim (no. 1840), Abu Dawud (no. 2625), an-Nasa-i (VII/159-160), Ahmad (I/94), dari Sahabat ‘Ali z. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (1/351 no. 181) oleh Syaikh Al-Albani)

Kita hanya boleh untuk tidak taat pada pemimpin jika disuruh melakukan kemaksiatan kepada Allah. Selain perintah itu kita harus tetap taat.

10 Larangan Taat Jika Disuruh Maksiat

Rasulullah Shallallahu ?Alaihi wa sallam bersabda:

????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ??????? ??????? ????????? ?????? ???? ???????? ????????????? ?????? ?????? ????????????? ????? ?????? ????? ???????

“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.? (HR. Al-Bukhari (no. 2955, 7144), Muslim (no. 1839), at-Tirmidzi (no. 1707), Ibnu Majah (no. 2864), an-Nasa-i (VII/160), Ahmad (II/17, 142) dari Saha-bat Ibnu ‘Umar c. Lafazh ini adalah lafazh Muslim)

Lalu banyak bermunculan argumen seperti ini di sosial media.

Sekejam-kejamnya Fir’aun gak pernah NGEMBAT Dana haji untuk bangun infrastruktur.

Sekeji-kejinya Fir’aun gak pernah berkata bahwa "KECURANGAN adalah bagian Demokrasi. Itulah susahnya jikalau insan udah gunakan metodologi cocokologi, hal yang berhubungan dengan agama tapi penafsirannya tidak merujuk dalam berdasarkan dalil al-qur’an dan hadits, justru menterjemahkan sesuatu seenak nafsu. Akhirnya menghina pemimpin seenaknya, mecocokan sesuatu yang dasarnya jauh beda. Lalu menjatuhkan ponis seenaknya. Bilang pemimpin kafirlah, firaunlah, Nabi Musa aja pada utus sang Allah untuk mengajak orang sekelas Firaun pulang kejalan Tuhan dengn cara baik-baik, bukan buat pada hina, dicaci maki, apalagi difitnah.

Apa iya derajat seorang presiden yang kentara seseorang muslim lebih rendah berdasarkan firaun? Apa iya kita lebih baik menurut nabi Musa?

Padahal apabila kita kaji kembali ke zaman Fir’aun, beliau nir diadzab karena kekuasaan, bukan karena urusan politik. Melainkan karena dia tidak mau menyembah Tuhannya Musa & enggan mengikuti kepercayaan yang Musa anut. Bahkan Fir’aun menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Jadi pada adzab lantaran nir meyakini adanya Allah. Di surat An-Naazi’at menurut ayat 17-25 Allah berfirman:

??????? ?????? ?????????? ??????? ??????

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas”

Silakan rujuk ke buku-buku tafsir para ulama salaf atau kontemporer. Sebenarnya menggunakan membaca terjemahan insya Allah relatif memberikan alasan kenapa Fir’aun diadzab oleh Allah.

Soal dana haji & lainnya. Saya harap kita semua paham soal tatanegara bukan hanya diatur presiden saja. Pemerintahan niscaya ada pembantunya. Sebagaimana di desa. Dan belum tentu setiap pejabat mempunyai attitude dan moral yg baik. Jadi itu bukan penekanan kasus kita.

Kenapa Fir’aun nir memakan dana haji? Lantaran belum disyariatkan berhaji. Kenapa Fir’aun nir curang? Lantaran di sana belum ada sistem demokrasi.

Menghina sesama muslim saja sudah bisa dikategorikan melakukan kejahatan, apalagi menghina pemimpin (muslim). Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

?????? ??????? ???????? ????????

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al-Humazah: 1)

Dalam hadist yang diriwayatkan imam Muslim jua diterangkan. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

???????? ??????? ???? ???????? ???? ???????? ??????? ???????????

“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (H.R. Muslim 2564)

Menyamakan pemimpin kini (Presiden Jokowi) menggunakan firaun sama aja menghina. Apakah menggunakan menghina sanggup merubah keadaan? Harusnya di doakan. Keburukan yg terjadi selalu yang disalahkan pemerintah, giliran ditanya udah berbuat apa buat negeri, nir bisa menjawab. Menghina orang lain itu sama aja merasa diri lebih baik (arogan)

Ada hadits rasulullah ??? ???? ???? ???? Yg berbunyi :

(???? ?????? ???? ?????? ??? (???? ????

“Mencaci-maki seorang mukmin adalah suatu kejahatan dan memeranginya adalah suatu kekufuran.” (HR. Muslim diambil dari buku 1100 hadits terpilih milik Dr. Muhammad Faiz Almath)

Kalau memang kita merasa didzalimi, silakan berdoa. Itu waktu yang sangat mustajab. Fiqh dalam berdoa pula dihadirkan, jangan berdoa sinkron hawa nafsu kita. Doakan orang yg mendzalimi agar mendapat hidayah agar balik dalam jalan yg lurus.

(???? ??????? ??????? ??? ??? ?????? ?????? ??? ???? (???? ????

“Doa seseorang yang didzalimi itu diijabah, meskipun dia orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri.” (HR. Ahmad)

Dan ketika terdapat pemimpin yg dzalim, apa yang harus kita lakukan? Rasul memerintahkan bersabar. Tidak ada intruksi lain. Kecuali ketika mereka memerintahkan kemaksiatan, maka kita harus ingkari & benci perbuatan pemimpin tadi. Bukan menggelar demo & ingin menggulingkan pemerintahan. Karena pemerintahan yang didapat menurut output menggulingkan pemerintahan sah umumnya pemimpin selanjutnya akan dipimpin oleh pemimpin yg lebih jelek

Saya jadi teringat beberapa kisah yang ada di pada kitab . ??? ?????? Efek menurut fitnah (cobaan).

Ada kisah seorang tabi’in bernama Imam Hasan al-Bashri, aku konfiden nama ini tidak asing pada antara kita. Ketika beliau diajak para teman & muridnya untuk melawan pemerintah yang dianggap dzalim. Beliau berlepas diri dan enggan masuk ke pada fitnah.

Akhirnya beliau selamat, dan para sahabatnya berguguran. Sahabat lain yang tersisa merasa menyesal sudah melawan pemerintah & nir menuruti pesan Imam Hasan al-Bashri tersebut.

Kemudian insiden Imam Bukhari & Imam Ahmad saat dipimpin sang pemimpin dari golongan mu’tazilah, mereka diperintahkan buat berkata bahwasannya Al-quran itu makhluk Allah dan itu bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal jamaah bahwa Alquran adalah kalamullah, perkataan Allah dan bukan makhluk Allah. Ketika mereka diajak para murid dan sahabatnya untuk melawan pemerintah dzalim, dia justru mendoakan pemimpinnya.

Padahal kalau para imam ini mau mengerahkan masa. Bisa jadi pemerintahan saat itu hancur, lantaran jamaahnya telah terlampau poly. Tapi karena keilmuan dan kefaqihan dia, beliau cukupkan menggunakan bersabar dan menyibukan diri menuntut ilmu daripada mengkritik pemerintah.

Masih banyak kisah para ulama kita dahulu menggunakan para pemimpin yang sanggup jadi lebih dzalim dari pemerintah kita ini. Ada kisah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ada muridnya yg Ibnul Qayyim dan poly lagi. Silakan cari saja sejarahnya. Dan kini kepemimpinan dzalim mereka sudah hilang sendirinya menggunakan ijin Allah. Walluhu a’lam bishawab.

Pemimpin Dzalim? Pantas Dihina? Begini Ajaran Islam Yang Seharusnya! in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.

Tags: