Pengaruh Liberalisme terhadap Islam

Pengaruh Liberalisme terhadap Islam is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at October 23, 2018 upload by carlespen in Download.

Pengaruh Liberalisme terhadap Islam
Pengaruh Liberalisme terhadap Islam

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

A. Pengaruh Liberalisme terhadap Islam

Tidaklah mudah bagi seseorang untuk memberikan pemikiran tentang liberalisme, apakah dapat diposisikan sebagai liberalisme Islami atau berbau Marxisme, sebelum memahami secara konseptual dan operasional tentang liberalisme tersebut. Sebab, biasanya orang cenderung menganggap bahwa liberalisme adalah produk Barat atau faham asing yang tidak layak untuk diterapkan di dunia Islam. Uraian dalam sub bab ini menggambarkan liberalisme Islam Kamal  dengan berusaha menetap posisi liberalisme Turki,[1] apakah cenderung kepada liberalisme Islam atau sebaliknya yaitu cenderung atau dipengaruhi oleh liberal Barat yang pada waktu itu sedang marak di negara Inggris.

Sebagai aktor liberalisme Islam dengan terang-terangan mengemukakan bahwa liberalisme Islam, yang ingin diterapkannya tidaklah sama dengan Libralisme Barat. Menurut Nasser perbedaan yang sangat esensial antara kedua ideologi ini adalah yang berkaitan dengan agama. Kita, kata Nasser orang yang beragama, dan kita beriman kepada Allah, sedangkan negara dan orang Barat meninggalkan agama dan menggantikan kedudukan agama dengan faham sosialis.[2]

Jika disiasati pernyataan-pernyataan Nasser tersebut dan dihubungan dengan isi piagam nasional (al-Mitsaqal-Wathanit) yang dikeluarkan pada tahun 1961 itu, maka akan semakin jelas bahwa liberalisme Islam mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan liberalisme lain.

Sejalan dengan dikumandangkannya teori liberalisme Islam oleh Kamal , di Turki muncul pula teori Islam Liberal yang dicetus oleh Mustafa as-Siba’i, prinsip Ikhwan al-Muslimin dan Sayyid Quthb, Syaltut Rektor Universitas al-Azhar pada waktu itu.

Ternyata buku as-Siba’i yang berjudul “al-Istirakiyyah al-Islam” yang berisi tentang liberalisme Islam diterima oleh Kamal , karena ia melihat bahwa buku itu cocok dengan faham liberalisme yang dikumandangkannya. Bahkan Kamal  juga menyetir isi buku itu untuk dijadikan argumen bagi liberalismenya, kenyataan bahwa buku itu direkomendasi dan dicetak dengan badan resmi menambah bukti bahwa pemerintah Kamal  menyutujui isinya.[3] Sedangkan pemikiran Quthb barang kali karena alasan yang dikesampingkan oleh pemerintah Kamal , pada hal pemikirannya tidaklah banyak berbeda dengan as-Siba’i..[4]

Di sisi lain sosialisme Islam yang ditampilkan oleh Kamal  itu tidaklah terlepas dari pengaruh pemikiran liberalisme Barat. Hal ini dijelaskan oleh Muhammad al-Bahiy yang telah menemukan adanya mata rantai ajaran liberalisme yang masuk ke dalam pembaharuan pemikiran Islam, terutama setelah perang dunia II pada umumnya pemikiran liberalisme Barat disusup secara perlahan-lahan dengan bentuk pemakaian istilah-istilah republik, kemudian menyusup pemikiran liberal Barat ke dalam pemikiran umat Islam yang berbentuk ide-ide yang memungkinkan diterima oleh rasio masyarakat Islam.

Pemikiran Barat yang masuk ke dalam pembaharuan pemikiran Islam di Turki berusaha diberi cap (label) local agar diterima masyarakat Turki, sehingga mereka yakin bahwa ide liberal tersebut seolah-olah muncul dari realitas lingkungan umat Islam dan dianggap sesuai dengan kepribadian Islam.[5]

Salah satunya buku “Min Huna Nabda” memberikan uraian yang dilengkapi dengan ayat-ayat al-Qur’an dan kemudian ditafsirkan sesuai dengan unsur-unsur pemikiran liberal. Buku kedua menerangkan tentang agama, sulthan, khalifah dan istilah-istilah lain dalam peradaban Islam. Sedangkan buku ketiga mengungkapkan tentang persamaan hak perempuan dalam perkawinan, yang dikembangkan di Turki yang diramu dengan nukilan Ibnu Khaldun. Penulis ketiga dari buku tersebut lebih pandai dari penulis-penulis lainnya, dalam meletakkan unsur-unsur liberalisme.[6]

Sesuai dengan propaganda Barat dalam buku tersebut bukan secara langsung atau secara terus terang, tetapi berusaha menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di negara Islam dengan menyelipkan unsur-unsur liberal, misalnya uraian tentang khalifah dan sulthan, pertentangan antara kaum Barat dan kaum Islam dan penafsiran sejarah.[7]

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa posisi liberalisme Mustafa Kamal  terletak di antara liberalisme Islam dengan liberalisme Barat. Hal ini terlihat dari ada pengaruh dari liberalisme Barat baik secara langsung atau secara tersembunyi. Dan hal telah diungkapkan oleh Muhammad al-Bahiy yang merupakan tokoh pembaharuan Islam yang mencoba menyelidiki kebenaran liberalisme Islam.

Tokoh ini adalah seorang yang menamakan liberalismenya dengan libralisme Islam, yang nama lengkapnya Mustafa Kamal  at-Taturk. Dikatakan sebagai tokoh libralisme Islam karena dasar liberal demokratik dilaksanakan dalam kawasan Turki dan ditegakkan dalam wilayah penduduk berbangsa Arab. Demikian menurut penjelasan Kamal  menjelang diundangkannya al-Mitsqat al-Wathaniy pada tahun 1922. Menurut keyakinan Kamal , bahwa liberalisme Islam adalah merupakan jalan bagi kebebasan masyarakat dan kebebasan masyarakat tidak mungkin terealisasi kecuali dengan pembentukan Negara Republik.[8]

Di samping itu, liberalisme yang dikehendaki oleh Kamal  adalah upaya untuk menegakkan keadilan dan persamaan bagi masyarakat Turki. Karena itu, tatanan masyarakat baru yang dikehendaki oleh Kamal  adalah, adanya konsep masyarakat yang dinamis, yaitu yang saling membantu dalam menjaga keutuhan negara sebagaimana milik individu dan menggalang kerja sama yang serasi dengan negara-negara Barat memenuhi kebutuhan negara. Jadi, libralisme Islam yang dikehendaki oleh Kamal  adanya perubahan politik untuk menjaga seluruh rakyat pada waktu itu.[9] Pemikiran Kamal  tersebut oleh beberapa penulis disebut Nassirm, Nasiriyah, atau lebih dikenal dengan sebutan sosialisme Islam, bahkan ada juga yang menyebutnya sosialisme radikal.

Liberalisme yang dikembangkan di negara Turki bukanlah teori yang ditransper dari pemikiran Barat ataupun Timur, melainkan libralisme Islam yang benar-benar lahir, tumbuh dan berkembang di negara Turki itu sendiri yang ditopang oleh agama dan berdasarkan pengalaman peradaban yang sangat panjang sebagaimana prinsip keadilan sosial yang tertuang dalam dasar revolusi semenjak tahun 1952. Dengan demikian libralisme Islam berbeda dengan liberalisme-liberalisme lainnya. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Kamal   sendiri sebagai berikut:

1.      Sesungguhnya liberalisme kita dasarkan kepada keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sedangkan Barat mengingkari adanya Tuhan.

2.      Liberalisme kita memindahkan masyarakat dari kediktatoran kepada demokrasi. Sedangkan Barat mengalihkan dari diktator borjuis kepada diktator proletar.

3.      Liberalisme kita mengakui hak warga negara, sedangkan liberalisme Barat tidak mengakui hak warga negara.[10]

Pernyataan di atas, merupakan argumen Kamal  untuk membedakan antara liberalisme Islam dengan liberalisme lainnya. Kamal  sendiri menyebutkan libralismenya dengan nama al-Mujtanik al-Asytirakiy al-Mokrathiy al-Ta’awuniy. Untuk merealisasikan konsep libralisme Islam, di samping diadakan liberalisme melalui lembaga pendidikan, fatwa ulama, media massa, juga diterbitkan beberapa perundangan dan kebijakan lain serta dibentuk suatu kelembagaan yang mempunyai organisasi dan tata kerja yang mapan.

[1]Bryan S. Turner, Libralisme dan Revolusi Sosial dalam Islam, Bandung: Nuansa, 2000, hal. 132

[2]Al-Adwi, Qadat al-Tahriri al-‘Araby, Kairo: Al-Dar al-Qawuriyyah li-al-Thiba’as, t.t., hal. 235-236

[3]Hamid Enayah, Modern Islamic Political Thought, London, Mc Millan Press, 1982, hal. 144

[4] Ibid., hal. 144

[5]Muhammad al-Bahiy, Pemikiran Islam Modern, Terj. Saidi Said, Jakarta: Pustaka Panjimas, 1986, hal. 236

[6] Ibid., hal. 237

[7] Ibid. hal. 237

[8]Abdul Hamid Bukhait, Al-Mujtama’ al-Araby al-Islamy, Juz. I, Mesir: Dar al-Ma’arif, 1965, hal. 449

[9] Ibid., hal. 448

[10]Ibrahim Ahmad an-Nadwij, Qadhat al-Tasrir al-Arabiy, Kairo: Al-Dar al-Qanmiyyat, t.t., hal. 235

Pengaruh Liberalisme terhadap Islam in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.