Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13

Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13 is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at September 28, 2018 upload by carlespen in Download.

Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13
Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13

1. keberpihakan dunia nyata pada disabilitas

2. apa yg dapat kita lakukan?

Jawaban

1. Keberpihakan pada disabilitas menurut saya masih kurang optimal dalam membantu dan peduli terhadap mereka. Masih banyak penyandang disabitas yang dipandang sebagai suatu beban baik dari keluarga maupun dilingkungan luar. Seharusnya mereka mempunyai hak untuk dilindungi, disayangi baik dalam keluarga maupun diluar lingkungan masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat luas masih beranggapan bahwa kecacatan merupakan aib atau kutuk. Masyarakat masih berasumsi bahwa mereka dianggap tidak mampu melakukan aktivitas dengan baik setiap harinya. Salah satu contoh perlakuan diskriminatif dalam masyarakat luas kepada penyandang disabilitas yaitu seperti pengumuman penerimaan calon pegawai atau karyawan. Salah satu persyaratan bahwa para pelamar harus sehat jasmani dan rohani serta berpenampilan menarik. Sayangnya, persyaratan tersebut tertulis tanpa ada penjelasan lebih lanjut sehingga dapat diartikan secara umum tidak diperuntukan kepada penyandang disabilitas dan masih banyak contoh kejadian diskriminatif lainnya.

2. Penyandang disabilitas itu juga manusia walaupun pada dasarnya mereka memiliki kekurangannya harus kita jaga dan lindungi dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Kita sebagai keluarga dan masyarakat harus bisa membantu mereka untuk merawat dan peduli terhadap sesama manusia. Tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Pepatah klasik itu juga semestinya kita terapkan ketika memandang sesama manusia. Selain mereka yang terlahir dengan kondisi sempurna, terdapat sebagian lagi yang kurang beruntung dan menyandang disabilitas. Jadi, amat tidak elok bila kita memiliki persepsi seorang tuna netra, punya kemampuan sama dengan mereka yang terlahir normal. Kita pun semestinya maklum bila seorang penyandang disabilitas lainnya memiliki keterbatasan di bidang tertentu.

 Modul 4

Liputan6.com, Jayapura – Claritha Tehila Agatha Cristie Tana, gadis cilik 9 tahun, korban penganiayaan ibu kandungnya, Rolina Wahana (31), ternyata sering disekap di dapur yang terletak di belakang rumahnya oleh sang ibu.

Polres Jayawijaya menduga tiga hari sebelum Claritha meninggal, ada dugaan korban mendapatkan benturan keras di bagian kepalanya. Setelah itu, kesehatan Claritha langsung menurun. Pada 17 Januari 2018, Claritha terjatuh saat sedang makan malam, hingga mengakibatkan hidung dan mulutnya keluar darah.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Piet Reba menyebutkan dalam rekonstruksi yang dilakukan di dapur belakang rumahnya, tempat korban sering disiksa oleh ibu kandungnya, ditemukan banyak puntung rokok. Polisi menduga, rokok-rokok itu digunakan untuk menyiksa korban.

1. Apakah kekerasan seperti tesebut di atas juga terjadi di lingkungan saudara?

Belum ada

2. Apa yang menyebabkan orangtua berlaku seperti tersebut?

a. Anak sebagai korban, cenderung lebih bersikap menutup diri, takut dan bersikap pasrah daripada mencoba melawan, kecuali pada anak yang lebih besar.

b. Adanya anggapan bahwa kekerasan pada anak sering kali masih terbungkus oleh kebiasaan masyarakat yang meletakkan persoalan ini sebagai persoalan intern keluarga dan karenanya tidak layak atau tabu atau aib untuk diekspose keluar secara terbuka, kecuali jika anaknya sudah mengalami kekerasan fisik, psikis atau seksual yang mengenaskan.

c. Adanya paradigma yang salah bahwa anak adalah ”properti” orangtua atau keluarganya, sehingga orangtua ”berhak” memperlakukan apa pun pada anaknya atas nama pendidikan, ”budaya”, budi pekerti, dendam masa lalu, harapan/obsesi, atau menjadikan anak lebih baik dan penurut.

d. Adanya keterbatasan pendidikan dan pemahaman agama yang salah pada orangtua atau keluarga.

e. Adanya anggapan bahwa kekerasan terhadap anak biasanya hanya terjadi pada keluarga menengah bawah atau karena impitan ekonomi.

f. Adanya anggapan bahwa kekerasan pada anak hanya bersifat kasuistis dan dianggap hanya terjadi pada keluarga tertentu yang dianggap bermasalah, baik secara genetik maupun faktor lingkungan.

g. Pelaku kekerasan memiliki masa lalu yang hampir sama pada masa kanak-kanaknya dulu, sehingga menjadi ”role model” pola asuh (parenting skill). Akibatnya, pola asuh yang diterapkan pada anaknya melalui proses imitasi atau modelling yang diperoleh di lingkungan terdekat yang dipercayainya atau terinternalisasi sebagai suatu ”nilai” atau ”budaya” yang dianggap patut dan wajar.

h. Kekerasan pada anak sering kali terjadi karena hubungan pasangan suami istri yang tidak seimbang, sehingga anak sering kali menjadi sasaran kemarahan salah satu orangtuanya, untuk melampiaskan dendam atau amarah pada pasangan lainnya.

3. Apa yang harus dilakukan jika melihat /mengetahui kondisi demikian?

Kasus diatas adalah sebagai salah satu contoh kekerasan terhadap anak yang menjadi perbuatan yang tidak patut dilakukan terhadap anak. Salah satu yang perlu dilakukan adalah melaporkan orang tuanya kepihak yang berwenang.

4. Upaya apa yang dapat dilakukan supaya tidak terjadi lagi kasus seperti tersebut di atas.

Upaya yang dilakukan yaitu bantu anak melindungi diri, maksimalkan peran sekolah, memberikan dan meningkatkan ilmu pendidikan dan pengasuh anak kepada orang tua dan sebagainya

Penugasan Modul 1 Sesi 03

KASUS

Akhir-akhir ini sering terjadi tawuran antara pelajar, kemukakan apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengurangi perilaku buruk anak tersebut. Gunakan konsep dan teori yang ada dalam Modul 1: PPA untuk menjawabnya. Jawaban diketik dengan rapi dengan komputer dan diprint.

Tawuran memang kerap terjadi pada anak anak terutama pada anak usia pelajar yang merupakan salah satu perilaku buruk anak. Untuk mengurangi perilaku anak yaitu :tenangkan anak, rajin mendengarkan cerita anak, membangun komunikasi dengan anak, peluklah anak sesering mungkin, berikan contoh yang baik pada anak, jangan pernah memukul anak, carilah penyebabnya, mintalah dukungan keluarga atau ahli, jangan membandingkan anak dengan teman atau saudaranya, jangan biarkan anak menonton acara televisi yang menunjukkan adegan kekerasan.

Orang tua mesti senantiasa menjaga komunikasi, keharmonisan keluarga serta membentengi mereka dengan pendidikan agama yang benar. Melalui tiga cara ini, orang tua dapat memberikan contoh teladan yang baik bagi anaknya. Dengan adanya teladan yang baik di rumah, mereka akan lebih tidak mudah terpengaruh untuk terlibat dengan aktivitas yang bersifat anarkis.

Menjalin komunikasi yang baik. Kenyataan di masa sekarang bahwa orang tua terlalu sibuk bekerja hingga anak-anak ini kehilangan figur orang tua mereka. Sesibuk apapun, orang tua mesti berusaha meluangkan waktu bersosialisasi dengan anak remaja mereka. Luangkan waktu di akhir pekan untuk berkumpul dan mendengar keluh kesah mereka. Posisikan diri anda sebagai teman bagi anak anda dalam memberikan feedback. Dia akan merasa lega bisa mengeluarkan uneg-unegnya secara positif tanpa harus menyimpang ke perilaku destruktif.

Menjaga keharmonisan keluarga. Emosi anak-anak usia remaja sangatlah labil. Untuk itu, anda harus pandai-pandai menjaga emosi anak. Usahakan untuk tidak mendikte atau mengekang anak selama yang dilakukannya masih positif. Usahakan juga untuk tidak melakukan tindak kekerasan di dalam rumah dan tidak melakukan pertengkaran fisik di hadapan sang anak. Mereka akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.

Penugasan Modul 3

Tugas:

1. Silahkan tonton film yang tersedia.

2. Apa yang dapat dilakukan jika posisi anda sebagai orang tua.

3. Apa yang dapat dilakukan, Jika posisi anda sebagai pendamping.

Anak Gizi Buruk Hingga Lumpuh Layu di Kabupaten Asahan Sumut

2. Gizi buruk merupakan salah satu klasifikasi status gizi dimana mengalami kurang gizi yang diketahui berdasarkan pengukuran antropometri seperti pertambahan berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan dan lain-lain.Ketika anak-anak kurang mendapat asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi, gizi buruk pun rentan mereka alami. Sayangnya, gizi buruk yang dialami anak bisa diperparah akibat kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi buruk dan cara menanganinya.

Berdasarkan video yang terlampir menurut saya pentingnya kesehatan bagi kita mulai dari sejak berada dikandungan. Sebagai orang tua kita harus menyadari pentingnya kesehatan mulai dari keluarga. Akan tetapi bagi keluarga yang kurang mampu tidak semudah yang kita pikirkan mengenai mendapatkan hak kesehatan karena untuk kebutuhan hidup seperti makan saja belum terpenuhi sehingga gizi pun tidak terpenuhi baik untuk anak anak maupun orang tua. Makannya perlu perhatian pemerintah memerhatikan kesehatan anak bangsa dengan memberikan bantuan sosial baik kesehatan dan pendidikan. Dari video tersebut adalah salah satu anak yang kekurangan gizi (gizi buruk) yang dialami anak tersebut. Kita sebagai orang tua yang hidupnya kurang mampu hanya berharap bantuan pemerintah dan bantuan orang lain.

Apa yang dapat dilakukan, Jika posisi anda sebagai pendamping?

Saya sebagai pendamping sosial adalah fasilitator bagi masyarakat dapat memotivasinya dalam memahami pentingnya kesehatan dan merubah pola perilaku masyarakat yang dulunya tidak baik. Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga adalah salah satu cara merubah pola perilaku masyarakat yang kurang mampu untuk menfasilitasi dan memotivasi mereka agar menambah pengetahuan mereka diberbagai bidang terutama bidang kesehatan.

Dalam video tersebut memperlihatkan kekurangan gizi anak yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu akibat dari kekurangan gizi. Masyarakat seharus harus memahami pentingnya kesehatan bagi mereka, dan saya sebagai fasilitator hanya dapat memotivasi mereka menjadi lebih baik dan meningkat pengetahuan mereka tentang gizi (kesehatan). Ketika yang mengalami kekurangan gizi bagi kurang mampu pemerintah dapat memperhatikan dan membantu mereka dengan memberikan bantuan sosial baik dibidang kesehatan maupun dibidang lainnya agar dapat mengurangi anak yang mengalami kekurangan gizi.

Disamping itu, sebagai pendamping PKH, kami melakukan Kegiatan pendampingan sebagai praktek sosial tersebut bertujuan untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk, melalui upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak balita gizi buruk. Pendidikan gizi kami padukan ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH), agar orangtua mampu memanfaatkan bantuan dalam memprakarsai kesehatan dan pendidikan. Karya yang cukup besar telah kami laksanakan sebagai pendamping PKH untuk menambah pedoman, standar, dan materi pelatihan dalam pengelolaan kondisi gizi buruk yang parah, memfasilitasi ASI dan makanan pendamping ASI, dan juga meningkatkan program-program zat gizi mikro.

Penugasan Modul 2 Sesi 06

Hasil kegiatan Rencana menabung

No

Tujuan menabung

Target jumlah tabungan

Lama menabung

Jumlah yang harus ditabung/ bulan

Jumlah yang harus ditabung / hari

Sumber Pendapatan

1

Membiasakan diri hidup hemat. Hidup hemat berarti tidak boros. Pengeluaran disesuaikan dengan kebutuhan.

Rp. 10.800.000

1 tahun

Rp. 900.000

Rp. 30.000

Budidaya bebek

2

Untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar dikemudian hari.

Rp. 12.000.000

1 tahun

Rp. 1.000.000

Gaji/Upah

Penugasan Untuk Melakukan Forum Diskusi Modul 5 Sesi 13 in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.