Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian Anak

Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian Anak is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at November 08, 2018 upload by carlespen in Download.

Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian  Anak
Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian Anak

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

BAB I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan manusia, tingkah laku atau kepribadian merupakan hal yang sangat penting sekali, sebab aspek ini akan menentukan sikap identitas diri seseorang. Baik dan buruknya seseorang itu akan terlihat dari tingkah laku atau kepribadian yang dimilikinya. Oleh karena itu, perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian ini sangat tergantung kepada baik atau tidaknya proses pendidikan yang ditempuh.” [1]

Proses pembentukan tingkah laku atau kepribadian ini hendaklah dimulai dari masa kanak-kanak, yang dimulai dari selesainya masa menyusui hingga anak berumur enam atau tujuh tahun. Masa ini termasuk masa yang sangat sensitif bagi perkembangan kemampuan berbahasa, cara berpikir, dan sosialisasi anak. Di dalamnya terjadilah proses pembentukan jiwa anak yang menjadi dasar keselamatan mental dan moralnya. Pada saat ini, orang tua harus memberikan perhatian ekstra terhadap masalah pendidikan anak dan mempersiapkannya untuk menjadi insan yang handal dan aktif di masyarakatnya kelak.

Di dalam lingkungan keluarga, orang tua berkewajiban untuk menjaga, mendidik, memelihara, serta membimbing dan mengarahkan dengan sungguh-sungguh dari tingkah laku atau kepribadian anak sesuai dengan syari’at Islam yang berdasarkan atas tuntunan atau aturan yang telah ditentukan di dalam Al-Qur’an dan hadits. Tugas ini merupakan tanggung jawab masing-masing orang tua yang harus dilaksanakan.

Pentingnya pendidikan Islam bagi tiap-tiap orang tua terhadap anak-anaknya didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi (HR. Bukhari). Hal tersebut juga didukung oleh teori psikologi perkembangan yang berpendapat bahwa masing-masing anak dilahirkan dalam keadaan seperti kertas putih. Teori ini dikenal dengan teori “tabula rasa”, yang mana teori ini berpendapat bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan bersih; ia akan menerima pengaruh dari luar lewat indera yang dimilikinya. Pengaruh yang dimaksudkan tersebut berhubungan dengan proses perkembangan intelektual, perhatian, konsentrasi, kewaspadaan, pertumbuhan aspek kognitif, dan juga perkembangan sosial. Akan tetapi, perkembangan aspek-aspek tersebut sangat dipangaruhi oleh lingkungan sang anak tersebut.” [2]

Jadi, karena pengaruh lingkungan atau faktor luar sangat berpengaruh terhadap perkembangan aspek-aspek psikologis sang anak, maka peran pendidikan sangatlah penting dalam proses pembentukan dari tingkah laku atau kepribadiannya tersebut. Dalam hal ini, pendidikan keluarga merupakan salah satu aspek penting, karena awal pembentukan dan perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian atau jiwa seorang anak adalah di melalui proses pendidikan di lingkungan keluarga. Dilingkungan inilah pertama kalinya terbentuknya pola dari tingkah laku atau kepribadian seorang anak tersebut. Pentingnya peran keluarga dalam proses pendidikan anak dicantumkan di dalam Al-Qur’an, yang mana Allah SWT berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 74, sebagai berikut:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً ) الفرقان:٧٤(

Artinya:Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada             kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati           (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Qs. Al-Furqan:74).

Selanjutnya, berhubungan dengan pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak di dalam lingkungan keluarga ini juga dijelaskan Allah SWT sesuai dengan firman-Nya didalam surah At-Tahrim ayat 6, sebagai berikut sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ) التحريم: ٦ (

Artinya:Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu        dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;     penjaganya     malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak           mendurhakai Allah     terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada     mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Qs. At-Tahrim: 6).

Jadi, di dalam proses pendidikan di dalam lingkungan keluarga, masing-masing orang tua memiki peran yang sangat besar dan penting. Dalam hal ini, ada banyak aspek pendidikan sangat perlu diterapkan oleh masing-masing orang tua dalam hal membentuk tingkah laku atau kepribadian anaknya yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Diantara aspek-aspek tersebut adalah pendidikan yang berhubungan dengan penanaman atau pembentukan dasar keimanan (akidah), pelaksanaan ibadah, akhlak, dan sebagainya.

Semua manusia adalah sama dalam komposisi ini. Mereka semua tercipta dan dilahirkan ke alam dunia ini dengan dasar penciptaan dan kehidupan yang tidak berbeda. Kesimpulan ini telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits sebagai berikut:

مامن مولود إلايولد على الفطرة فابواه يهودانه أوينصرانه اويمجسانه (رواه البخارى ومسلم عن ابى هريرة(

Artinya: “Sesungguhnya tidak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrh, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Bukhari dan Muslim). [3]

Dalam hadits tersebut mengisyaratkan bahwa fitrah adalah pembawaan sejak manusia lahir yang bisa dipengaruhi oleh lingkungan serta memiliki kemungkinan atau kesediaan untuk menerima kebaikan dan keburukan. Kondisi fitrah tersebut juga tidak netral terhadap pengaruh dari luar, potensi yang terkandung di dalamnya secara dinamis mengadakan reaksi atau merespon pengaruh tersebut. Dengan kata lain bahwa dalam proses perkembangannya, terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara fitrah dn lingkungan sekitar, sampai akhir hayat manusia.[4]

Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Dia senantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan Fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu. Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya, seperti (misalnya) mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan. Kemudian menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.

Berdasakan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengambil judul skripsi “ Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian  Anak

B. Rumusan Masalah

Adapun  yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi  ini adalah sebagai berikut :

1.     Apa saja tugas dan tanggung jawab ibu dalam keluarga?

2.     Bagaimana peran ibu dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak ?

C. Tujuan Pembahasan

Adapun yang menjadi tujuan pembahasan dalam penulisan proposal skripsi  ini adalah sebagai berikut :

1.     Untuk mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawab ibu dalam keluarga.

2.     Untuk mengetahui bagaimana peran ibu dalam keluarga terhadap pembentukan kepribadian anak.

D. Kegunaan Pembahasan

Adapun yang menjadi kegunaan pembahasan dalam penulisan skripsi ini adalah:

Secara teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian  Anak. Selain itu  hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan kajian bidang study pendidikan.

Secara praktis, hasil pembahasan ini dapat memberikan arti dan niliai tambah dalam memperbaiki dan mengaplikasikan Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian  Anakini dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan Islam.

E. Penjelasan Istilah

Adanya kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini.

Adapun istilah yang penulis anggap perlu dijelaskan adalah: Peran Ibu dan Kepribadian  Anak.

1.     Peran

Desi Anwar dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia menjelaskan Peran adalah sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama dalam terjadinya sesuatu atau peristiwa.” 4

2.     Ibu

Desi Anwar dalam kamus lengkap bahasa indonesia menjelaskan ibu adalah wanita yang telah bersuami.[5]

Sedangkan menurut penulis, ibu adalah orang tua perempuan atau orang orang yang telah melahirkan dan membesarkan anak.

3.     Kepribadian Anak

Alwisol dalam bukunya psikologi kepribadian mendefinisikan kepribadian dalam bahasa Inggris disebut dengan personality.Kata personalitydari bahasa Yunani-kuno prosoponatau persona, yang artinya “topeng” yang biasa dipakai artis dalam teater[6].

Dzakiah Darajat, mendefinisikan kepribadian adalah “tingkah laku ” yaitu tingkah laku individu yang menjadi ciri uniknya.” 8

Menurut penulis kepribadian anak secara umum adalah tingkah laku anak baik itu yang sifatnya positif maupun negatif.

F. Metodelogi Penelitian

Adapun metodelogi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.     Jenis Penelitian

Penelitian ini digolongkan kedalam penelitian kepustakaan (library research) karena data yang diteliti berupa naskah-naskah atau majalah-majalahyang bersumber dari khazanahkepustakaan.[7]Untuk itu, data yang akan diambil sepenuhnya barasal dari kepustakaan atau buku-buku.

2.     Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Pendekatan historis adalah proses yang meliputi pengumpulan dan penafsiran gejala untuk memahami kenyataan sejarah bahkan untuk memahami kenyataan situasi sekarang dan meramalkan perkembangan yang akan datang.[8]

Pendekatan inipun adalah upaya mengungkap/mengkaji arti dan pemikiran manusia berdasarkan dokumen ilmiah yang dihasilkan oleh pendahulunya atau dokumen sejarah.

3.     Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : peran ibu dalam membentuk kepribadian anak.

4.     Sumber Data

Penelitian ini menggunakan 2 ( dua ) sumber data yaitu: sumber data primer dan sumber data skunder.

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data dan penyelidik untuk tujuan penelitian.[9]. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah:

1)     Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyatul Aulad fil-Islam, Terj. Khalilullah Ahmas Masjkur Hakim, “Pemeliharaan Kesehatan Jiwa Anak, Cetakan kedua,”, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1992.

Sumber data skunder adalah sumber data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang luar penyelidik itu sendiri walau yang dikumpulkan itu sebenarnya adalah data asli.[10] Data skunder dalam penelitian ini adalah buku-buku yang mempunyai relevansi untuk memperkuat argumentasi dan melengkapi hasil penelitian ini. Adapun peneliti terdahulu antara lain:

1)     Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam, terj. Saifullah Kamalie dan Heri Noer Ali, Cet. III, Jakarta: Asy- Syifa’, 1993.

2)     Sri Indarti, (STAIN SALATIGA). Pada tahun 2003 dengan judul : Pendidikan Anak Dalam Islam (Studi Komparasi Dr. Abdullah Nashih Ulwan dan Prof. Dr. Zakiah Daradjat),

5.     Tehnik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan adalah metode survey literatur, yaitu mencari data mengenai catatan–catatan terdahulu antara lain melalui:

1) Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam karya Abdullah Nashih Ulwan

2)Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, karya Ahmad Tafsir.

3)Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, karya Muhibuddin Syah

4)Pokok-pokok Ilmu Jiwa Umu m, karya Ardhana, Wayan.

6.     Tehnik Analisa Data

Dalam menganalisa data yang telah terkumpul penulis menggunakan beberapa metode, yaitu:

1)     Metode Deskriptif

Yaitu peneliti menguraikan secara teratur seluruh konsepsi buku.[11]

2)     Metode Induktif

Dengan berdasarkan pada analisa isi kitab tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan dengan metode induksi, yaitu menganalisa semua bagian dan semua konsep pokok satu persatu dan dalam hubungannya satu sama lain agar darinya dapat dibangun suatu pemahaman sintesis[12].

G. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika dalam penulisan dalam pembahasan proposal skripsi  ini adalah sebagai berikut :

Pada bab satu terdapat pendahuluan meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan pembahasan, penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika penulisan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Sukamto Nuri, Petunjuk Membangun dan Membina Keluarga Menurut Anjuran Islam, Surabaya – Indonesia : Al Ikhlas, 2000.

As-Said Al Maghribi,Begini Seharusnya Mendidik Anak, Jakarta : Darul Haq, 2004.

Imam Muslim bin Hajjaj, Shahị̂ḥ Muslim, terj. Adib Bisri Mustafa, juz IV, Cet. I, Semarang: Asy-Syifa’, 1993.

HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama,Jakarta : Bulan Bintang, 2006.

Desi Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia cet.I , Surabaya: Karya Abditama 2001.

Alwisol, Psikologi Kepribadian,Malang: UMM Press, 2004.

Dzakiah Darajat, Fitrah dan Kepribadian Islam, Jakarta: Darul Falah, 1999.

M. Nazir, Metode Penelitian,Jakarta: PT. Ghalia Indonesia,1998.

Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian Research I, Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981.

Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah,  Bandung: Angkasa, 1987.

[1]Sukamto Nuri,Petunjuk Membangun dan Membina Keluarga Menurut Anjuran Islam, (Surabaya – Indonesia : Al Ikhlas, 2000 ). hal. 39

[2] As-Said Al Maghribi,.,Begini Seharusnya Mendidik Anak. (Jakarta : Darul Haq, 2004).hal.43

[3] Imam Muslim bin Hajjaj, Shahị̂ḥ Muslim, terj. Adib Bisri Mustafa, juz IV, Cet. I, (Semarang: Asy-Syifa’, 1993), hal. 555.

[4] HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, (Jakarta : Bulan Bintang, 2006) hal. 45

4 Desi Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia cet.I (, Surabaya: Karya Abditama 2001), hal. 320

[5] Desi Anwar, Kamus Lengkap,………………hal. 174

[6] Alwisol, Psikologi Kepribadian, (Malang: UMM Press, 2004), hal. 8.

8 Dzakiah Darajat, Fitrah dan Kepribadian Islam, Jakarta: Darul Falah, 1999 ), hal. 84

[7] M. Nazir, Metode Penelitian, ( Jakarta: PT. Ghalia Indonesia,1998 ), hal 54

[8] Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian Research I, , (Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981), hal. 45.

[9] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, ( Bandung: Angkasa, 1987 ), hal. 163.

[10] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 163

[11] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 140

[12] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,………………..,hal. 141

Peran Ibu dalam Pembentukan Kepribadian Anak in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.