Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo – Sandi

Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo – Sandi is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at November 08, 2018 upload by carlespen in Uncategorized.

Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo – Sandi
Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo – Sandi

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Kira-kira 1 bulan yg kemudian, saat bencana alam pada Lombok terjadi, terdapat sebuah catatan haters Pak Jokowi yg relatif menyita perhatian "Haters Jokowi di Lombok: Maafkan Rakyatmu yg Tak Tahu Diri…!!!". Catatan tadi menceritakan tentang kebenciannya terhadap Pak Jokowi yang lalu berakhir dengan penyesalan.

Tidak lama setelah insiden terbongkarnya cerita hoax yg melibatkan seorang perempuan yg berinisial RS, kini ada pulang sebuah surat terbuka berdasarkan fans capres dan cawapres. Tetapi kali ini bukan ditujukan buat Pak Jokowi, melainkan buat Pak Prabowo. Surat ini dari berdasarkan pendukung Prabowo yang dikutip berdasarkan laman Facebook bernama Winadi Wibawa (4/10/2018). Berikut isi suratnya:

***

Saya Pendukung Pak Prabowo sejak 2014 bahkan permanen mendukung bapak di tahun 2019, lengkap bersama famili aku , kecuali anak aku yang sulung yg tetap setia menjadi pendukung Pak Jokowi semenjak 2014. Saya sebenarnya keberatan atas hal itu, tetapi aku menghormati pilihan politik dia menjadi anak & tidak mau memaksakan agar dia sanggup ikut menggunakan aku , ya walaupun tiap kali kami berdiskusi soal pekerjaan atau keluarga dia, aku permanen tambahkan paham supaya beliau mampu pindah Pilihan Politiknya ke Pak Prabowo.

Bahkan karena begitu hormat dengan Pak Prabowo, saya hampir selalu mempromosikan kepada teman teman saya yg memilih Jokowi dan teman teman saya yang masih galau memilih siapa. Itu saya lakukan terus menerus semenjak bapak Prabowo deklarasi buat nyapres balik beserta pak Sandiaga Uno pada tahun 2019, & saya termasuk yg vokal dengan Gerakan #2019GantiPresiden.

Bahkan aku begitu marah begitu mendengar fakta salah satu kepala tim Kampanye Nasional Pak Prabowo Sandi dihantam oleh beberapa orang. Saya hampir saja menuliskan simpati saya kepada ibu Ratna Sarumpaet di medsos & mengembangkan kebencian aku pada Pak Jokowi, apalagi waktu mendengar Press Release Pak Prabowo bersama Pak Amien Rais & Pak Joko Santoso pada TV, namun sahabat baik saya mencegah & menasihati aku bahwa ini sepertinya terdapat yg keliru lantaran Tim Kampanye Pak Jokowi nir mungkin berbuat demikian. Andaikan memang ada penganiayaan, mungkin saja itu di luar faktor Politik, faktor Utang piutang misalnya. Saya sempat berantem hebat dengan kawan aku & hingga terbersit pada pikiran saya, mungkin saja kawan saya ini sahih dan aku yg galat paham. Akhirnya aku minta maaf ke dia lantaran telah berselisih pada beliau & mengikuti buat memantau informasi ini sambil penekanan pada pekerjaan saya di tempat kerja.

Press Release Mabes Polri pada siang hari bahkan masih menaruh saya kecurigaan, ah siapa memahami Polisi telah disuap, namun Polisi Republik Indonesia memberikan bukti yang begitu konkrit yg menghancurkan kebencian saya dan mulai mempercayai pernyataan Kepolisian pada TV. Kebencian saya kepada Pak Jokowi kemudian berubah mencair saat Ibu Ratna Sarumpaet memberikan pernyataan terbuka di TV beberapa jam kemudian sesudah Press Release kepolisian.

Pikiran saya mulai berubah drastis setelah mendengarkan seluruh pernyataan bahwa Ibu Ratna Sarumpaet sendiri yg menyebar hoax. Ya walaupun dia menyesal, namun itu menyadarkan saya, ya pak, sahih sahih membuat saya sadar. Saya sadar aku sudah salah menentukan semenjak 2014.

Kenapa begitu? Apakah begitu bodohnya seorang Mantan Kopassus berpangkat Jendral Bintang tiga untuk tergoda Hoax yang disebarkan Tim Kampanyenya sendiri ? Pernyataan bahwa Ibu Ratna Sarumpaet mengaku dusta di Publik berbeda terbalik sekali menggunakan pernyataan Pak Prabowo yang begitu berapi barah menyalahkan Pemerintah, yg waktu itu dipimpin pak Jokowi. Itu berarti, apa yang dibilang Ibu Ratna Sarumpaet ditelan mentah mentah oleh Pak Prabowo Sandi dan timnya tanpa verifikasi warta di lapangan. Mereka hanya percaya warta pada medsos dan mulut Tim kampanye sendiri. Ya aku akui saya juga salah , aku keliru emosi lantaran reaksi panutan yang aku idolakan semenjak 2014. Saya pula akui saya galat memilih bapak dan mencoblos bapak pada tahun 2014, walaupun Pak Jokowi sebagai Presiden di tahun 2014-2019.

Seorang Pemimpin harus pembuktian data dulu sebelum melakukan judgment, itu sudah jadi tugas pemimpin ke anak butir, termasuk ke masyarakat negaranya sendiri. Pikiran saya bahkan berubah jadi ketakutan. Bagaimana jika bapak sebagai Presiden? Bapak mampu menggunakan mudahnya menyalahkan pihak lain hanya menggunakan membaca Medsos, melihat foto yang belum kentara bahkan omongan orang. Beneran mampu musnah negara ini seperti yang bapak pidatokan saat itu.

Pilihan ini bukan tanpa alasan pak. Malam harinya setelah Ibu Ratna Sarumpaet mengaku “Dosa” di TV, saya mendengarkan suara suara berita saat saya di rumah karena anak saya menonton jejak kerja Pak Jokowi saat menghadapi Gempa di Palu, Sigi dan Donggala. Saya begitu kaget di saat bapak Press Conference untuk membela Ratna Sarumpaet dan malam hari setelah pengakuan Ibu Ratna, bapak berubah mencaci maki bu Ratna walaupun dengan bahasa terstruktur dan sopan seolah olah ibu Ratna Sarumpaet depresi/ gila dan yang sungguh mencengangkan saya, Presiden yang saya pernah benci, tidak memberikan komentar atas kasus Press Release bapak tetapi dia fokus ke Palu & Donggala untuk membantu warganya yang sedang mengalami bencana gempa dan Tsunami yang dahsyat. Tak terasa air mata menetes di pelupuk mata saya dan saya menyadari kesalahan saya selama ini.

Saya sekarang hanya bisa menemui kawan kawan saya yang sempat saya kampanyekan kehebatan bapak dan bilang saya salah. Saya akui saya salah. Saya akan mengikuti pilihan politik kawan kawan saya untuk memilih Pak Jokowi menjadi Presiden kembali.

Terimakasih pak Prabowo atas sandiwara Ratna Sarumpaet dan acara “Behind The Scene” nya kenapa sandiwara itu terjadi. Saya tetap menghormati Pak Prabowo sebagai Capres, tetapi saya telah menentukan pilihan untuk 2019 untuk memilih Pak Joko Widodo sebagai Presiden RI kembali.

Sekali lagi, terima kasih telah membuka mata hati saya.

Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo – Sandi in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.

Tags: