Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek

Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek is free HD wallpaper. This wallpaper was upload at October 10, 2018 upload by carlespen in Uncategorized.

Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek
Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek

Download by size:Handphone Tablet Desktop (Original Size)

Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek

Calon Keuchiek diharuskan adalah seorang yang mempunyai wawasan intelektual dan gaya kepemimpinan yang dapat mempengaruhi serta mengajak masyarakat untuk kreatif, inovatif dalam bermasyarakat. Adapun ketentuannya adalah ;

  1. Warga negara republik Indonesia,
  2. Betaqwa kepada Tuhan yang maha esa,
  3. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika; d
  4. berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah pertama atau sederajat,
  5. berusia paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun pada saat mendaftar;
  6. bersedia dicalonkan menjadi Keuchiek;
  7. terdaftar sebagai penduduk dan bertempat tinggal di Desa setempat paling kurang 1 (satu) tahun sebelum pendaftaran;
  8. tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara;
  9. tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada publik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan berulang-ulang;
  10. tidak sedang dicabut hak pilihnya sesuai dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
  11. berbadan sehat;
  12. tidak pernah sebagai Keuchiek selama 3 (tiga) kali masa jabatan; dan
  13. syarat lain yang diatur dalam Peraturan Daerah.

Sebagai calon seorang pemimpin adalah orong yang mampu bergerak lebih awal, melapori, mengarahkan pikiran dan pendapat anggota organisasi, membimbing, menuntun, menggerakkan orang lain melalui pengaruhnya, menetapkan tujuan organisasi, memotivasi anggota organisasi agar sesuai dengan tujuan organisasi dan harus dapat mempengaruhi sekaligus melakukan pengawasan atas pikiran, perasaan, dan tingkah laku anggota kelompok yang dipimpinnya.

Untuk mewujudkan dan melaksanakan perannya sebagai seorang pemimpin, dipersyaratkan memiliki sikap dasar dan sifat-sifat kepemimpinan, teknik kepemimpinan dan gaya kepemimpinan sesuai kondisi lingkungan organisasi, pengikut serta situasi dan kondisi yang melingkupi organisasi yang dipimpinnya serta ditopang oleh kekuasaan (power) yang tepat.

Sebaliknya, menarik untuk diamati sebenarnya yang mendorong kelompok warga desa yang tertarik dan semangat dalam menyemarakkan pesta demokrasi desa tersebut, terutama memperjuangkan pencalonan seorang figur, sesuai dengan kenyataannya bersifat tarik-menarik, dan pada gilirannya melalui proses ini warga akan mengenal lebih jauh perihal “otentisitas moral” pribadi calon Keuchiek yang bersangkutan Dimaksudkan dengan hal terakhir ini adalah, sejauhmana praktek-praktek kehidupan sehari hari seorang calon Keuchiek dinilai warga mencerminkan norma moral sosial yang ada.

Dalam konteks yang lebih spesifik kajian terhadap peristiwa Pilkades selama ini memiliki arti penting lain yaitu mengungkap sampaimana calon Keuchiek memiliki otentisitas moral, khususnya dalam pandangan warga desa yang bersangkutan. Artinya, apakah seorang kandidat sungguh-sungguh mencerminkan pribadi yang ‘sesuai’ dengan cirri-ciri kepemimpinan ideal seperti yang dikehendaki warga dari ajaran tradisi atau adat istiadat mereka.

Gagasan tersebut secara umum mengidealisasikan kepemimpinan sebagai kemampuan memberikan pengayoman pada kehidupan warga dan ikut memelihara dan menguatkan ikatan guyub (tali solidaritas) antar warga dan mempertahankan kelangsungan hidup berkelompok warga yang menjadi pengikutnya. Maksud kajian tersebut sejajar dengan kenyataan bahwasannya kedudukan Keuchiek secara tradisional sesungguhnya berakar pada ikatan-ikatan pengelompokkan sosial.

Implikasinya pilihan warga atas seseorang untuk mencalonkan menjadi Keuchiek senantiasa perlu kita lihat dan rasakan sebagai perwujudan upaya warga memilih penyalur dan pembela aspirasi mereka. Dalam hubungan inilah menjadi penting bagi kita untuk juga menelaah gambaran mengenai bagaimana wujud sesungguhnya ikatan-ikatan komunal dan ikatan ikatan adat yang hidup di komunitas setempat

Syarat dan Kualifikasi Pencalonan Keuchiek in your computer by clicking resolution image in Download by size:. Don't forget to rate and comment if you interest with this wallpaper.

Tags: